IHSG Sesi Pertama Ditutup Melemah, Perdagangan Saham Esok Diproyeksikan Bergerak Sideways

Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup melemah 0,27% atau 17,65 poin ke level 6.423,51 pada akhir perdagangan sesi I hari Senin, 21 September 2026.

Sikap wait and see para pemodal mendominasi pasar untuk mengumumkan pengumuman suku bunga acuan Rapat Dewan Gubernur Bank Indonesia (RDG BI) serta antisipasi sentimen makro global. Untuk perdagangan Selasa, 22 September 2026, IHSG diproyeksikan bergerak dalam fase padat terukur (sideways).

BBRI — PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk

Diketahui, saham BBRI mulai menunjukkan sinyal stabilisasi harga setelah menahan tekanan koreksi di area support psikologis harian, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp3.290.

Dorongan akumulasi transaksi pada sesi akhir mencerminkan ketahanan fundamental emiten perbankan berkapitalisasi besar ini di tengah penantian kebijakan suku bunga domestik, dengan kisaran Rp3.300 – Rp3.340.

BBNI — PT Bank Negara Indonesia (Persero) Tbk

Diketahui, saham BBNI menampilkan konsolidasi harga yang relatif tertata rapat dekat area support harian, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp3.630.

Valuasi yang mumpuni serta stabilitas laju penyaluran kredit korporasi memberikan pijakan defensif untuk potensi peningkatan bertahap pada sesi perdagangan berikutnya, dengan kisaran Rp3.650 – Rp3.720.

UNTR — PT United Tractors Tbk

Pergerakan UNTR didukung oleh dinamika pasar alat berat dan jasa penambangan yang terjaga, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp24.925.

Ketersediaan volume beli pada penutupan sesi I mengindikasikan bahwa koreksi jangka pendek saham ini sudah terbatasi oleh batas bawah teknikal (level support), dengan kisaran Rp25.000 – Rp25.100.

INDF — PT Indofood Sukses Makmur Tbk

Sebagai saham sektor konsumen yang berkarakter defensif, INDF cenderung menjadi target alokasi modal saat indeks agregat tertekan, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp7.000.

Ketahanan arus kas harian dan minimalnya volatilitas yang drastis menjadikan saham ini berpeluang menguji rentang batas atasnya secara tenang, dengan kisaran Rp7.150 – Rp7.275.

TLKM — PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Setelah mengalami penekanan teknis, saham TLKM memasuki area jenuh jual (oversold) setiap hari, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp2.520.

Potensi rebound teknis lebaran terbuka didorong oleh akumulasi bertahap dari pemodal yang memanfaatkan ruang harga rendah pada saham telekomunikasi berfundamental kuat, dengan kisaran Rp2.850 – Rp2.920. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati