Kualitas Udara Muaro Jambi Memburuk Akibat Asap Karhutla

Mitrapost.comKualitas udara di sejumlah wilayah Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi memburuk akibat asap kebakaran hutan dan lahan (karhutla) yang melanda.

Seluruh desa dan fasilitas kesehatan di wilayahnya pun diminta membuka layanan pemeriksaan kesehatan gratis untuk warga terdampak asap. Sehingga warga terdampak dapat memanfaatkan layanan kesehatan yang disiapkan pemerintah.

“Untuk pemeriksaan kesehatan sudah kita lakukan dengan meminta dan memberitahukan para kades, puskesmas serta puskesmas pembantu (pustu) untuk melakukan langkah pemeriksaan warga yang sakit atau cek kesehatan masyarakat yang terdampak asap karhutla ini,” ujar Bupati Muaro Jambi Bambang Bayu Suseno (BBS) dilansir dari Detik.

Perangkat daerah hingga desa juga akan dikerahkan untuk menghadapi dampak karhutla. Pemerintah setempat akan memastikan pemeriksaan kesehatan warga, pembagian masker, pengawasan lahan hingga penindakan terhadap pembukaan lahan.

“Karhutla ini dampaknya luas, terutama terhadap kesehatan masyarakat. Karena itu penanganannya harus bersama-sama, dari pemerintah, masyarakat sampai perusahaan. Jangan sampai api baru kita bergerak, tetapi pencegahannya juga harus diperkuat,” paparnya.

Ia menyebut, penanganan karhutla dan pencegahan harus berjalan beriringan. Dalam menghadapi dampak karhutla, pihaknya pun membagikan masker gratis. Sudah ada 20 ribu masker gratis yang disalurkan kepada anak sekolah dan masyarakat.

“Untuk masker yang pasti sudah kita bagikan dan sebarkan hampir 20 ribu masker. Itu semua sudah disalurkan ke warga, terutama ke sekolah-sekolah dan siswa,” ujarnya.

Masker yang dibagikan berasal dari bantuan Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) sebanyak sekitar 5.000 lembar. Ditambah 15 ribu masker lainnya disiapkan Pemkab Muaro Jambi melalui anggaran APBD.

Sejumlah bantuan peralatan pendukung pemadaman karhutla juga diterima.

“Namun bantuan BNPB ini bukan hanya masker saja yang kita terima. Ada juga bantuan alat pemadam api di lahan terbakar buat para petugas Satgas di lapangan. Bantuan ini kita nilai sangat berguna untuk pemadaman api di darat jika ada lahan yang terjangkau untuk dipadamkan,” ujarnya.

Sebagai antisipasi kebakaran, Pemkab Muaro Jambi telah membuat larangan membuka lahan baru selama dua tahun pada lahan yang sebelumnya terbakar.

“Saya rasa meski hal ini terlihat minim, dua tahun tidak diperbolehkan buka lahan baru di lahan siapa pun yang terbakar, tetapi dampaknya sangat besar. Karena itu akan mempengaruhi pendapatan mereka, dan tentu ada langkah hukum juga untuk memberikan efek jera agar karhutla ini tidak terulang terus-menerus,” paparnya.

Pemkab juga menyiapkan pola pengawasan terhadap lahan perusahaan.

“Memang cara memetakan cluster perusahaan-perusahaan per kecamatan bisa memudahkan kita agar tidak ada lahan perusahaan di daerah Muaro Jambi yang terbakar. Karena jika terbakar itu akan merugikan perusahaan itu sendiri, dan ini menurut saya bagian dari siaga karhutla,” ucapnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati