Vokalis Band Alami Pelecehan Seksual Saat Manggung untuk Galang Dana Korban Karhutla

Mitrapost.comVokalis band R.A.S.Y.A bernama Natasya (19) mengalami pelecehan seksual saat manggung dalam konser amal dalam rangka menggalang dana untuk korban kebakaran hutan dan lahan (karhutla).

Kejadian itu telah dilaporkan ke Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Kalteng, pada Selasa (22/9/2026).

Pelaku berinisial AN diketahui juga sesama pengisi acara di kegiatan tersebut. Kuasa Hukum korban, Jeffriko Seran mengatakan bahwa langkah hukum diambil karena tak ada itikad baik dari pelaku.

“Kemarin kami melaporkan kejadian pelecehan terhadap perempuan ke Polda Kalteng. Kejadiannya saat korban sedang manggung dalam acara penggalangan dana korban karhutla,” ujarnya dilansir dari Kompas.

Jeffriko menyebut, korban melaporkan pelaku atas tindakannya melemparkan dan memasang celana dalam di tiang mikrofon korban.

“Pelaku melemparkan dan memasang celana dalam (sempak) di tiang mikrofon/stand lirik korban sambil memprovokasi dan mempermalukan korban di atas panggung,” ujarnya.

Tak hanya itu, pelaku juga memaki dan mengeluarkan kata ejekan yang membuat penonton bersorak dan tertawa. Hal itu membuat korban terintimidasi dan merasa diperlakukan seperti badut. Aksi tersebut juga sempat beredar di media sosial dan menjadi viral.

Korban pun harus menahan emosi saat di panggung demi profesionalitas.

“Saat saya menyanyi, tiba-tiba orang itu memberikan celana dalam. Saya berusaha mengontrol emosi agar tidak terjadi hal yang lebih besar, jadi saya selesaikan penampilan,” ujarnya.

“Setelah selesai, emosi saya baru pecah dan saya menangis di baseband,” lanjutnya.

Korban mengaku mengalami trauma berat pasca kejadian hingga ia harus mengambil jeda sejenak. Pelaku dilaporkan atas pelanggaran Undang-Undang Tindak Pidana Kekerasan Seksual (UU TPKS) Nomor 12 Tahun 2022, khususnya Pasal 4 dan Pasal 5 terkait pelecehan seksual non-verbal.

Pelaku disebut sempat beralasan bahwa melempar pakaian dalam adalah ‘kultur’ genre musik tertentu.

“Itu hanya pembenaran pelaku. Musik punk atau genre apa pun tetap menjunjung tinggi etika dan adat istiadat, tidak ada kultur melecehkan perempuan seperti itu. Dukungan juga mengalir dari musisi senior lokal hingga nasional yang mengecam aksi ini,” ujarnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati