Pati, Mitrapost.com – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Pati bakal menjadwalkan koordinasi dengan Balai Besar Wilayah Sungai (BBWS) Pemali Juana. Koordinasi itu dilakukan guna membahas tanggul Sungai Silugonggo baik di Desa Tondokerto maupun Purworejo yang ambrol.
Kepala Pelaksana Harian BPBD Kabupaten Pati, Martinus Budi Prasetya menjelaskan, penanganan tanggul ambrol di Sungai Silugonggo itu merupakan kewenangan dari BBWS.
“Untuk penanganan tanggul penahan badan sungai yang ada di Tondokerto dan sebagian masuk di Desa Purworejo itu memang kewenangan berada di Balai Besar Wilayah Sungai,” ujar Martinus.
Ia mengatakan, untuk rencana koordinasi direncanakan sebelum masuk di musim penghujan tahun 2026 ini. Tujuan itu untuk mempercepat penanganan tanggul.
“Sebelum masuk di musim penghujan coba nanti akan kami komunikasikan ke BBWS supaya segera ada penanganan terhadap tanggung penahan sungai yang hampir roboh baik itu yang masuk di Desa Tondomulyo maupun Purworejo Kecamatan Pati,” terang dia.
Menurutnya, yang menjadi penyebab tanggul Sungai Silugonggo itu ambrol salah satunya penurunan debit air hingga sungai mengalami kekeringan lantaran masuk musim kemarau. Terlebih juga air di Sungai Silugonggo dipergunakan untuk mengairi sawah petani.
“Karena memang hari tanpa hujan di Kabupaten Pati dimulai Agustus, September memang panjang, tidak ada air hujan besar. Sehingga pasokan air di Sungai Silugonggo menjadi berkurang,” katanya.
“Barangkali juga salah satu dampak dari pembangunan bendung karet yang ada di Bungasrejo, artinya apa? Saat ini bendung karet yang ada di Bungasrejo itu posisinya dikembangkan sehingga air dari laut Jawa yang bisa masuk ke sungai Juwana itu tertutup oleh bendung karet,” tambahnya.
Keringnya Sungai Silugonggo itu, dinilai memicu terhadap ambrolnya tanggul. Dia mengatakan bahwa fungsi air dinilai penting untuk menjaga kondisi kebasahan sungai.
“Karena fungsi air itu adalah memelihara tempat-tempat yang seharusnya idealnya ada airnya seperti bendung waduk embung pasti tidak akan dibiarkan kering ada air yang memang disisakan untuk kekuatan tembok penahan,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com

