Mitrapost.com – Seorang anggota Kepolisian Resor (Polres) Lamongan, Provinsi Jawa Timur, Ipda Purnomo, yang juga pemilik media sosial YouTube ‘Purnomo Belajar Baik’, memutuskan untuk menonaktifkan AdSense atau monetisasi pada akun YouTube miliknya.
Dalam pengumumannya, keputusan tersebut diambil setelah dirinya didatangi oleh petugas dari salah satu instansi, dengan penegasan bukan pajak namun dinilai salah sasaran.
Menurut Purnomo, pihaknya mengaku diberikan sejumlah pertanyaan dari petugas tersebut terkait dengan sejumlah hal termasuk riwayat penghasilan YouTube, status kepemilikan kendaraan, harga barang elektronik, hingga biaya operasional bulanan.
“kemarin orang yang datang ke rumah saya itu memang dia nanya detail. Penghasilan YouTube-nya berapa, sebulan berapa, beli mobil itu kredit apa enggak. Terus, HP-nya itu berapa harganya, laptopnya itu berapa harganya, sampai Wi-Fi, tagihan saya Wi-Fi itu ditanya setiap bulannya,” jelas Purnomo, dikutip dari Kumparan, Sabtu (02/10/2026).
Bahkan menurutnya, petugas tersebut juga sempat meminta rincian penghasilannya selama tiga tahun terakhir. Atas sejumlah kejadian tersebut, Purnomo pun sempat berencana untuk melakukan penghapusan terhadap akun YouTube miliknya.
Namun berdasar pada sejumlah masukan dari masyarakat, Purnomo pun tetap mempertahankan kanal YouTube tersebut dan memilik untuk hanya melakukan penonaktifan fitur AdSense.
“Lah, saya ini kenapa kok menonaktifkan? Aslinya saya mau menutup YouTube saya tapi banyak orang yang, ‘Pak, tolong, Pak, jangan dihapus, jangan dihapus’ Gitu. Enggak saya tutup, tapi yang saya nonaktifkan AdSense-nya,” ujarnya. (*)

Redaksi Mitrapost.com



