Mitrapost.com – Perdagangan saham pada 6 Oktober 2026 masih potensial untuk scalping, meski belum agresif (all-in). Kondisinya disebut bullish rebound dengan volatilitas tinggi, namun masih ada tekanan jual asing dan faktor ekonomi makro masih berisiko.
5 Saham Listing BEI yang Potensial untuk Scalping
PT Energi Mega Persada Tbk (ENRG)
Likuiditas ENRG tinggi dengan volume perdagangan sangat besar saat harga turun. Fundamentalnya didukung kenaikan pendapatan 25,5% YoY dan laba bersih naik 34,1%. Secara teknikal, harga saham masih bearish dan oversold.
Harga ditutup di level 1.030 pada 6 Oktober 2026. Buy saat support bertahan atau tembus Rp1.040-1.055 dan targetkan hingga 1.150 jika momentum kuat, kemudian lepaskan saat momentum kembali turun. Tetapkan cut loss Rp990.
PT Indosat Tbk (ISAT)
ISAT mempunyai likuiditas tinggi dan range harga cukup aktif. Fundamentalnya kuat, pendapatannya naik 13,1% dengan laba bersih naik 84,5%. Namun momentum jangka pendek masih bearish dengan sinyal Sell kuat.
ISAT ditutup di harga 2.220 sehari sebelumnya. Buy on weakness di level 2.200 jika support bertahan atau buy breakout 2.240 dengan kenaikan volume. Targetkan harga mencapai 2.280 atau 2.300 saat momentum kuat sebelum Sell lagi. Tetapkan cut loss 2.190.
PT Dian Swastatika Sentosa Tbk (DSSA)
DSSA memiliki kombinasi yang paling bagus, yakni perdagangan dengan volume besar, fundamental yang membaik, serta momentum teknikal bullish. Perusahaan juga mengumumkan pertumbuhan laba attributable yang kuat dan pengembangan ekosistem AI/digital infrastructure, termasuk data center dan konektivitas.
Harga DSSA ditutup di level 1.145 pada perdagangan 5 Oktober 2026. Buy on weakness di angka 1.145 apabila support bertahan atau buy breakout minimal 1.155 dengan kenaikan volume. Target sell mencapai 1.175 atau 1.200 jika kenaikan berlanjut. Tetapkan cut loss 1.130.
PT NexAI Digital Infrastruktur Tbk (MGLV)
Harga MGLV bergerak sangat agresif, sehingga volatilitasnya tinggi, tetapi likuiditasnya tidak sebaik tiga saham sebelumnya. Fundamental MGLV masih lemah, namum teknikalnya menunjukkan tren kenaikan.
Harga ditutup di level 13.800 pada 5 Oktober 2026. Buy di angka 14.700 jika support bertahan atau buy breakout 15.125. Targetkan kenaikan hingga 15.600 atau Rp16.000 jika breakout kuat. Tetapkan cut loss Rp14.300.
PT Ketrosden Triasmitra Tbk (KETR)
KETR memiliki pergerakan harga yang cukup aktif. Selain itu, fundamentalnya masih profitable, walau tingkat labanya melemah. KETR menunjukkan sinyal bullish dengan tingkat harga netral positif.
KETR ditutup di harga 930 sehari sebelumnya. Buy saat support bertahan antara 910–920 dan muncul volume beli. Target kenaikan 950 sampai dengan 970, atau bisa mencapai 1.000 jika breakout kuat. Tetapkan cut loss Rp900. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com

