Mitrapost.com – Pasar saham pada Kamis (8/10/2026) masih potensial untuk scalping, namun trader tetap harus selektif. Pasalnya, sinyal bullish pada perdagangan hari ini belum kuat dan tekanan jual asing masih besar.
Sehari sebelumnya, nilai tukar rupiah menguat tipis, sehingga membantu sentimen positif. Namun, levelnya yang masih berada hampir Rp18 ribu membuat trader tetap waspada. Dolar yang kuat memberi tekanan pada rupiah dan saham emerging market.
Rebound sebelumnya belum cukup untuk disebut bullish. Peluang scalping memang ada, tetapi fokus pada saham yang kuat relatif terhadap IHSG, bukan membeli hanya karena IHSG sempat rebound. Berikut 5 saham listing di BEI yang potensial untuk scalping hari ini!
PT Timah Tbk – TINS
Likuiditas tinggi dengan perdagangan saham volume besar. TINS merupakan salah satu saham yang kuat secara fundamental, didukung kenaikan pendapatan 247% YoY, capaian target laba bersih 2026 hingga 169%. Sinyal sell kuat, tetapi struktur jangka lebih panjang belum sepenuhnya lemah.
TINS ditutup di level 4.620 pada 7 Oktober 2026. Buy jika support bertahan atau breakout 4.640 disertai kenaikan volume. Sell jika mencapai target 4.700 atau 4.750 jika ada kenaikan lanjutan. Segera keluar jika memontum melemah atau gagal breakout dan harga turun hingga 4.570.
PT Darma Henwa Tbk – DEWA
DEWA menarik dari sisi volume dan volatilitas. DEWA memiliki fundamental yang sedang mengalami perbaikan signifikan. Pertumbuhan perusahaan didukung peningkatan kapasitas dan volume pekerjaan in-house. Sinyal menarik untuk rebound karena momentum sudah positif.
DEWA ditutup di level 358 pada 7 Oktober 2026. Buy jika support bertahan di level 360 atau saat breakout 362. Targetkan hingga 372 atau jika harga menguat ke level 380. Sell saat harga gagal mencapai target dan tetapkan cut loss 350.
PT Energi Mega Persada Tbk – ENRG
ENRG memiliki volume perdagangan sangat besar dan volatilitas tinggi. Fundamental ENRG membaik dengan laba bersih attributable naik 26,62%. Meski demikian, momentum jangka pendek masih lemah karena tren kenaikan belum terkonfirmasi.
ENRG ditutup di level 1.060 pada 7 Oktober 2026. Buy agresif di area 1.055 hingga 1.060 jika ada konfirmasi kenaikan. Targetkan 1.070 hingga 1.090, atau Rp1.120 jika ada kenaikan lanjutan. Namun, segera keluar jika harga gagal bertahan dan tetapkan cut loss level 1.010.
PT Bumi Resources Tbk – BUMI
BUMI merupakan salah satu saham dengan perdagangan terbesar di BEI, sehingga menarik untuk scalping dari sisi likuiditas dan volatilitas. Fundamentalnya tetap sangat sensitif terhadap harga batu bara, volume produksi, dan sentimen komoditas. Sinyal teknikal menunjukkan kondisi awal rebound, tetapi belum cukup untuk menyatakan tren bullish.
BUMI ditutup di level 182 pada 7 Oktober 2026. Buyjika support bertahan atau breakout dengan volume besar. Targetkan kenaikan hingga 187 atau 190 jika momentum kuat. Segera keluar saat harga terjun dan tetapkan cut loss 176.
PT Chandra Asri Pacific Tbk – TPIA
TPIA mempunyai likuiditas tinggi dan range harian yang cukup besar. Namun, dari segi fundamental, trader harus hati-hati. Revenue sangat kuat, tetapi laba tidak sekuat pertumbuhan revenue karena high base effect dari akuisisi Aster pada 2025 yang bersifat non-recurring.
TPIA memiliki potensi technical rebound, tetapi belum memiliki konfirmasi bullish jangka pendek. Buy agresif jika support bertahan atau di level lebih aman 1.765. Targetkan harga mencapai 1.780 hingga 1.800 atau 1.820 jika ada kenaikan lanjutan. Tetapkan cut loss 1.710. (*)
Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Redaksi Mitrapost.com


