Mitrapost.com – Polisi ungkap fakta baru kasus remaja asal Tasikmalaya, Jawa Barat, yang ditemukan berada di sebuah apartemen kawasan Pantai Indah Kapuk (PIK) 2, Tangerang, setelah berhari-hari menghilang.
Kanit PPA Satreskrim Polres Tasikmalaya, Aiptu Josner Ringgo, menyebutkan bahwa saat ini remaja inisial DL (16) tersebut masih dalam pemulihan kondisi fisik maupun psikis. DL sudah bisa diajak berkomunikasi menggunakan isyarat, seperti anggukan atau gelengan kepala.
“Kondisi korban mulai membaik, sudah bisa komunikasi. Awalnya kalau ditanya hanya diam atau bahasa isyarat atau kode saja. Sekarang sudah ya hampir 50 persen diajak komunikasi,” terang Josner, Selasa (13/10/2026), dikutip Detik.
Saat ini, korban masih dalam pengawasan dan pendampingan ahli di rumah aman. Tim psikolog juga telah diterjunkan bersama dengan UPTD PPA Kabupaten Tasikmalaya, serta Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) juga memberikan pendampingan hukum.
“Posisi korban ada di rumah aman,” imbuh dia.
Lebih lanjut, menurut penyelidikan, korban diketahui terdaftar sebagai penghuni Apartemen Tokyo PIK 2 dengan identitas fiktif. Saat ini, pihaknya masih melakukan pendalaman untuk mengetahui motif di balik kasus ini.
“Nah fakta lainnya terungkap, kalau korban terdaftar di Apartemen PIK 2 dengan nama fiktif,” ungkap Josner.
Diberitakan sebelumnya, DL, pelajar kelas satu SMK asal Tasikmalaya, dilaporkan hilang sejak 2 Oktober 2026 setelah berpamitan untuk membeli makan. Beberapa hari kemudian, dia ditemukan di Apartemen Tokyo PIK 2, Tangerang, Banten.
“Alhamdulillah korban sudah ditemukan anggota kami di sebuah apartemen di Tangerang,” kata Kasat Reskrim Polres Tasikmalaya, AKP Heru Samsul Bahri, Senin (12/10/2026).
“(Korban) ditempatkan di rumah aman, masih harus mendapat penanganan pemulihan psikologisnya,” kata dia lagi. (*)

Redaksi Mitrapost.com







