Mitrapost.com – Heboh anggota Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) DKI Jakarta dikeroyok oleh sejumlah pekerja proyek.
Kericuhan itu terjadi pada Senin (12/10/2026) di kawasan Kolam Renang Bulungan, Jakarta Selatan.
Awalnya, petugas tersebut hendak melakukan penertiban kendaraan bermotor di trotoar. Namun, sejumlah pekerja proyek langsung memukul korban dengan helm proyek. Akibat kejadian itu, korban terluka hingga mendapatkan enam jahitan.
“Menurut korban, (diserang) pakai helm proyek,” ujar Kanit Reskrim Polsek Metro Kebayoran Baru AKP Andre JR Simamora, dikutip Detik.
Terkait sejumlah kendaraan yang ditertibkan, Andre membenarkan bahwa kendaraan tersebut merupakan milik para pekerja proyek. Meski demikian, pihaknya mengaku belum bisa memastikan jumlah maupun identitas pelaku pengeroyokan.
“Seluruh kendaraan (yang ditertibkan) dari (milik) pekerja proyek,” kata dia.
“Kita belum bisa pastikan kalau terkait itu (jumlah pengeroyok),” sambungnya.
Sebelumnya, Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung membenarkan bahwa petugas Satpol PP bersama Dishub melakukan penertiban parkir liar dan pedagang kaki lima (PKL) di kawasan tersebut. Adapun petugas mencabut pentil ban terhadap kendaraan yang terparkir sembarangan.
“Ketika dilakukan penertiban di Kolam Renang Bulungan di daerah itu, kemudian bersama-sama dengan Dinas Perhubungan melakukan penertiban, mencabut pentil ban supaya orang tidak parkir sembarangan,” kata Pramono Anung.
Tetapi, situasi memanas saat sejumlah pekerja proyek diduga memprovokasi, sehingga memicu bentrokan antara petugas Dishub dan para pekerja. Petugas memilih mundur dari lokasi, namun ada petugas yang masih tertinggal.
“Tetapi dalam suasana itu kemudian ada yang memprovokasi, terutama para pekerja yang ada di tempat itu. Akibat provokasi itu, kemudian ada bentrokan awal antara Dishub dengan para pekerja yang ada,” sambungnya.
Anggota Satpol PP yang kena pukulan tersebut kemudian langsung dilarikan ke Puskesmas Kelurahan Selong untuk mendapatkan perawatan medis. (*)

Redaksi Mitrapost.com






