IHSG Dibuka di Zona Merah, Berikut 5 Saham yang Potensial untuk Scalping

Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) hari ini, Kamis (15/9/2026), dibuka di zona merah pada level 5.917,33. Pelemahan ini disebabkan sejumlah faktor, termasuk tekanan rupiah terhadap dolar dan aksi jual asing.

Inflasi di AS lebih tinggi dari perkiraan, sehingga pasar khawatir The Fed mempertahankan suku bunga tinggi. Selain itu, kebijakan MSCI turut menyebabkan ketidakpastian. Hal ini mendorong investor mengurangi posisi saham berkapitalisasi besar.

Pada perdagangan hari ini, sebaiknya mengutamakan saham yang likuid, memiliki pergerakan harga harian cukup aktif, dan menunjukkan konfirmasi teknikal. Berikut beberapa saham yang potensial untuk scalping.

PT Bank Mandiri (Persero) Tbk (BMRI)

Tingkat likuiditas BMRI tinggi. Secara fundamental, laba bersih semester 1 2026 naik 24,4% dibandingkan periode sebelumnya, namun margin bunga bersih tertekan. Sinyal teknikalnya bearish, mendekati area jenuh jual.

Harga ditutup di level 3.960 pada 14 Oktober kemarin. Buy hanya jika harga di atas 3.993 disertai volume beli. Targetkan hingga 4.023 dan tetapkan cut-loss 3.947 jika momentum terus melemah.

PT Aneka Tambang Tbk (ANTM)

Kinerja perusahaan dipengaruhi penjualan emas, nikel, harga komoditas, dan biaya produksi. Tetap pantau pertumbuhan laba operasional, arus kas, serta kemampuan memenuhi kewajiban jangka pendeknya. Secara teknikal, tekanan jual masih dominan.

Harga penutupan pada 14 Oktober di level 3.050. Buy setelah harga bertahan di support 3.018-3.041 saat berbalik naik atau breakout 3.080 dengan volume kuat. Targetkan hingga 3.118 atau cut-loss jika support 3.018 gagal dipertahankan.

PT Chandra Asri Pacific Tbk (TPIA)

Bisnis petrokimia dan infrastruktur sensitif terhadap harga bahan baku, margin produk, kebutuhan modal, serta beban pendanaan. Mayoritas indikator teknikal mengarah bearish. Buy jika harga kembali di atas 1.508 dengan volume menguat, kemudian targetkan hingga 1.528. Targetkan cut-loss 1.488 jika support gagal ditembus.

PT Singaraja Putra Tbk (SINI)

Risiko fundamental tinggi. Ekuitas dilaporkan negatif dan laba bersih jauh lebih besar daripada laba operasional. Ini perlu ditelusuri karena ada indikasi laba dipengaruhi pos non-operasional atau tidak berulang. Secara teknikal, trader perlu mengonfirmasi bullish.

Hindari buy hanya karena harga terlihat murah atau melonjak. Tunggu harga menembus resistance intraday dengan volume kuat, spread wajar, dan antrean bid yang memadai. Jual saat target tercapai atau momentum melemah.

PT Petrosea Tbk (PTRO)

Secara fundamental, pendapatan dipengaruhi kontrak jasa pertambangan, aktivitas pelanggan, dan proyek rekayasa. Tren teknikal jangka pendek masih lemah. Buy hanya jika harga menembus 4.133-4.167 disertai volume kuat. Targetkan kenaikan hingga 4.200–4.237 sebelum exit, atau cut-loss 4.063 jika momentum melemah. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati