Prospek IHSG Pasca Koreksi Sesi I: Cek 5 Saham Potensial untuk Perdagangan Esok Hari

Mitrapost.com – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) ditutup anjlok 1,94% atau merosot 117,97 poin ke level 5.975,78 pada penutupan perdagangan sesi pertama, Senin, 12 Oktober 2026, akibat kombinasi sentimen global dan domestik.

Untuk perdagangan Selasa, 13 Oktober 2026, IHSG diperkirakan bergerak cenderung konsolidatif dan menguji area support kuatnya di rentang 5.930 – 5.960, dengan potensi pembalikan arah terbatas (technical rebound) apabila tekanan jual mulai mereda pada penutupan sesi kedua hari ini.

BBCA — PT Bank Central Asia Tbk

Sebagai saham dengan bobot kapitalisasi pasar terbesar, BBCA relatif memiliki ketahanan fundamental tinggi di tengah tekanan koreksi IHSG, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp5.950.

Koreksi teknikal yang terjadi dimanfaatkan investor institusi untuk melakukan akumulasi bertahap di kisaran support terdekat, sehingga BBCA berpotensi menjadi penopang utama pemulihan indeks pada perdagangan esok hari, dengan kisaran Rp6.250 – Rp6.550.

TLKM – PT Telkom Indonesia (Persero) Tbk

Saham telekomunikasi seperti TLKM bersifat defensif saat pasar saham domestik mengalami volatilitas tinggi, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp2.290.

Aliran arus kas yang stabil dan ekspektasi kinerja kuartalan yang terukur memberikan dorongan bagi saham TLKM untuk bergerak memantul dari area teknikal jenuh jual (oversold), dengan kisaran Rp3.330 – Rp3.390.

MEDC – PT Medco Energi Internasional Tbk

Dinamika harga komoditas energi global dan ketegangan geopolitik menjaga permintaan saham-saham produsen migas seperti MEDC agar tetap kuat, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp1.440.

Saham MEDC mendapat sentimen positif dari penguatan harga minyak mentah, menjadikannya pilihan menarik untuk pergerakan momentum jangka pendek, dengan kisaran Rp1.460 – Rp1.510.

AMMN – PT Amman Mineral Internasional Tbk

Kenaikan harga emas dan tembaga global memberikan pijakan bagi emiten pertambangan mineral dasar seperti saham AMMN, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp4.290.

Secara teknikal, saham AMMN menunjukkan pola konsolidasi positif dengan volume transaksi yang terjaga di atas rata-rata harian, mengindikasikan potensi kelanjutan tren kenaikan terbatas, dengan kisaran Rp4.580 – Rp4.720.

AMRT — PT Sumber Alfaria Trijaya Tbk

Saham AMRT ditopang oleh katalis internal berupa jadwal cum-date dividen interim di pasar reguler yang jatuh pada tanggal 13 Oktober 2026 mendatang, terlihat dari penutupan perdagangannya di angka Rp1.230.

Kepastian pembagian dividen ini memicu aksi beli selektif dari investor yang mengincar imbal hasil (dividend yield) jangka pendek di tengah ketidakpastian pasar, dengan kisaran Rp1.240 – Rp1.275. (*)

Disclaimer: Perlu diingat bahwa analisis ini hanya berdasarkan data yang tersedia dan tidak dapat menjamin hasil yang pasti. Pastikan Anda melakukan riset dan analisis sendiri sebelum membuat keputusan investasi.

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati