Pati, Mitrapost.com – Pengisian terhadap tujuh jabatan di lingkungan Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pati yang mengalami kekosongan belum juga dilakukan.
Pelaksana Tugas (Plt) Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menyampaikan bahwa pihaknya memang hingga kini belum melakukan pengisian tujuh jabatan di lingkungan Pemkab yang kosong.
“Belum, belum, belum,” kata Chandra kepada Mitrapost.com saat ditanya kapan dilakukan pengisian Kepala Dinas yang kosong.
Chandra pun tidak menjelaskan dengan detail untuk tahapannya sampai mana dalam pengisian tujuh jabatan tersebut. Pihaknya juga meminta untuk menanti proses yang sedang berjalan.
“Ini nanti lihat prosesnya terlebih dahulu,” ujar dia.
Sebelumnya, Kepala BKPSDM Kabupaten Pati, Sriyatun mengatakan untuk pengisian tujuh jabatan secara definitif itu pihaknya menunggu perintah dari Plt Bupati Pati. Adapun pengisian itu juga mempunyai prosedur yang harus ditaati, mulai dari pengajuan ke Kemendagri hingga melakukan Ujian JPT Eselon 2.
“Harus ada izin dari Kemendagri juga. Kita juga sudah mempersiapkan untuk pengisian, karena harus melalui uji JPT di eselon 2,” ujar Sriyatun.
Ia merinci tujuh jabatan yang masih kosong atau dijabat oleh Plt yaitu Dinas Kependudukan dan Catatan Sipil (Disdukcapil), Dinas Ketahanan Pangan (Disketapang), Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (Dispermades) dan Badan Perencanaan Pembangunan, Riset dan Inovasi Daerah (Bapperida).
Selain empat kepala OPD yang dijabat oleh Plt, Sriyatun menambah jabatan lainnya seperti Sekretaris Daerah (Sekda) kini dijabat oleh PJ. Sementara, Sekretaris Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (Sekwan), Direktur RSUD Soewondo Pati dijabat oleh Plt.
Menurutnya selama ini yang perlu segera dilakukan pengisian yaitu jabatan Sekda definitif.
“Jabatan Sekda itu sudah lama, seharusnya harus segera diisi itu,” katanya.
Lebih lanjut, dari empat kepala OPD, Sekda, Sekwan, Direktur RSUD Soewondo Pati yang diisi oleh Plt, pihkanya menekankan harus pandai membagi waktu, karena mereka merangkap tugas.
“Tentunya mereka harus pandai-pandai membagi pekerjaannya. Karena yang dipilih sendiri itu kan tidak sembarang artinya dipertimbangkan kualitas orangnya juga, kapasitasnya sesuai dengan itu tidak,” pungkasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com


