Mitrapost.com – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di Gunung Sumbing terjadi sejak Senin (19/10/2026). Kini, jalur pendakian gunung tersebut via Basecamp Gajahmungkur, Lamuk, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah ditutup sementara mulai Selasa (20/10/2026).
Keputusan penutupan jalur pendakian tersebut diambil usai dilakukan koordinasi dengan seluruh pengelola basecamp. Penutupan jalur dilakukan demi keselamatan pengunjung.
Sementara itu, pendaki yang sudah berada di jalur Gajahmungkur telah dievakuasi. Tercatat ada 152 pendaki yang telah turun dan kembali dengan selamat pada Senin (19/10/2026) hingga pukul 23.30 WIB.
“Dari total 152 pendaki, sudah turun semua dan dicocokkan dari data registrasi, tidak ada yang miss. Alhamdulillah, semuanya dalam keadaan sehat,” ujar Kapolres Wonosobo AKBP Ricky Pripurna Atmaja dilansir dari Kompas.
Upaya evakuasi dilakukan oleh 40 personel. Medan yang licin dan perjalanan yang panjang menjadi tantangan tersendiri petugas dari Pos 3 ke basecamp.
“Namun, alhamdulillah, tidak ada masalah dan seluruh pendaki dari jalur Gajahmungkur sudah turun selamat,” ujarnya.
Petugas juga mendirikan posko pusat kendali di basecamp Gajahmungkur untuk memberikan informasi bagi keluarga yang ingin mengetahui kondisi pendaki.
Penanganan di Gunung Sumbing dilakukan dengan melibatkan Polres Wonosobo, Basarnas, BPBD, Puskesmas Kalikajar, unsur kehutanan, pengelola basecamp, ranger, hingga Palang Merah Indonesia (PMI).
Kepala Pelaksana BPBD Wonosobo Sumekto Hendra Kustanto mengatakan bahwa pihaknya masih melakukan koordinasi terkait penanganan kebakaran dan merencanakan langkah operasional.
“Njih kami masih di basecamp untuk briefing dan rencana tindakan operasional termasuk kebijakan bagi pendaki,” ujarnya.
Penyebab kebakaran sendiri masih belum diketahui. Belum diketahui dari mana titik api pertama kali muncul.
“Untuk awalnya belum diketahui pasti karena dari basecamp Gajah Mungkur sendiri belum tahu asal mulanya dari wilayah mana,” ujar Koordinator Tim Reaksi Cepat BPBD Wonosobo, Sabarno.
Pihak basecamp sendiri mendapatkan informasi kebakaran tersebut sekitar pukul 15.00 WIB. Kondisi pegunungan berkabut menyebabkan titik api tak terlihat dari bawah.
“Karena posisi di atas plus tadi mungkin juga tidak terpantau dari bawah karena kabut,” ujarnya.
Api masih belum padam hingga Selasa (20/10/2026). Pihaknya bakal berkoordinasi dengan Polda Jateng untuk membahas upaya pemadaman dengan water boombing. (*)

Redaksi Mitrapost.com






