Heboh Dugaan Penyekapan 10 Calon ART di Surabaya, Rumah Penyalur Jasa Disegel

Mitrapost.com – Sebanyak 10 calon asisten rumah tangga (ART) diduga mengalami penyekapan dalam sebuah rumah penyalur jasa ART di Surabaya. Saat ini, rumah usaha tersebut telah disegel oleh pemerintah daerah.

Rumah jasa penyalur tersebut berlokasi di Jalan Kedung Anyar II, Kelurahan Sawahan, Surabaya. Penyegelan dilakukan pada Minggu (25/10/2026) oleh petuga Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya, Satpol PP, Camat Sawahan, kepolisian, hingga Ketua RT.

Ada dua penindakan dalam perkara ini, yakni terkait dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO) yang ditangani oleh kepolisian, serta perizinan usaha oleh Kepala Dinas Perindustrian dan Tenaga Kerja (Disperinaker) Surabaya Agus Hebi Djuniantoro.

“Ada dua hal permasalahan sebetulnya. Yang satu terkait dengan TPPO, nah TPPO itu mungkin akan di diselesaikan oleh kepolisian. Yang kedua, terkait dengan perizinan usaha,” kata Kepala Disperinaker Surabaya, Agus Hebi Djuniantoro, Minggu, dikutip Detik.

“Perizinan usaha ini memang usaha untuk penyalur tenaga kerja itu pusat, tapi perizinan dasar itu ada di pemerintah kota. Apa itu IMB, terus kemudian perizinan yang lain ya, SLF, kelayakan, dan sebagainya. Nah itu yang harus kita tanyakan,” lanjut dia.

Lebih lanjut, penertiban dilakukan berdasarkan laporan dari masyarakat RT setempat terkait aktivitas yang mengganggu, serta belum ditemukan perizinan terkait usaha jasa penyalur ART tersebut.

“Jadi hari ini kita akan menutup usaha ini. Karena, satu, ditengarai belum ada perizinan. Yang kedua juga informasi dari RT itu mengganggu lingkungan. Seperti itu, oleh karena itu kita tutup, kita minta bantuan Satpol PP untuk ada segel Satpol PP,” katanya.

“Saya cek ke Pak RT ternyata tidak ada laporan 1×24 jam (tamu) sesuai dengan Perwali. Kemudian 3 hari maksimal untuk penempatan menginap di sana juga tidak ada laporan ke Pak RT, harusnya ada,” lanjut dia.

Sebelumnya, petugas Satpol PP Surabaya melakukan patroli di sekitar lokasi pada Sabtu (24/10/2026), pukul 13.00 WIB. Namun, tiba-tiba petugas diberhentukan dua warga yang meminta tolong.

“Ada dua orang warga yang memberhentikan anggota minta tolong. Dari teman-teman anggota perkiraan awal ini mungkin warga yang kehabisan bekal, dari warga luar kota kehabisan bekal,” kata Kepala Bidang Pengendalian Ketentraman dan Ketertiban Umum Satpol PP Surabaya, Mudita Dhira Widaksa.

Menurut pendalaman, keduanya merupakan warga luar Kota Surabaya dan hendak menjadi pembantu rumah tangga melalui penyalur jasa di Kedung Anyar. Mereka diduga disekap, bahkan masih ada delapan orang yang masih ada di rumah jasa penyalur ART.

“Kalau penyekapan ranahnya kepolisian. Dari Polsek kita sama-sama cek lokasi, ternyata ditemukan ada delapan orang lagi,” ujarnya. (*)

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Google News. silahkan Klik Tautan dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

Video Viral

Kamarkos
Pojoke Pati

Berita Terkait