Mitrapost.com – Enam kawasan di Provinsi Jawa Timur dikepung bencana alam banjir dan tanah longsor pada Senin (02/11/2026), di antaranya adalah Kabupaten Lumajang, Malang, Pacitan, Bondowoso, Jember dan Banyuwangi.
Dalam hal ini, Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Timur mengatakan bahwa bencana alam tersebut dipicu oleh adanya hujan lebat yang mengguyur sejumlah wilayah setempat sejak Minggu (01/11/2026) malam.
“Kejadian tersebut dipicu oleh hujan dengan intensitas lebat yang berlangsung cukup lama sejak Minggu,” ujar Kepala Bidang Kedaruratan dan Logistik BPBD Jawa Timur, Satriyo Nurseno.
“Selain itu, aliran Sungai Glidik yang berhulu di kawasan Gunung Semeru mengalami peningkatan debit air sehingga mengakibatkan banjir di wilayah tersebut,” tambahnya, dikutip dari CNN Indonesia, Rabu (04/11/2026).
Pada perinciannya, Satriyo menyebut terkait dengan bencana banjir lahar dingin di Gunung Semeru, Kabupaten Lumajang, yang dilaporkan merendam tiga wilayah, meliputi Kecamatan Pasirian, Jatiroto dan Tempursari, dengan total estimasi warga terdampak mencapai lebih dari 1.100 jiwa.
Banjir genangan di Kecamatan Jatiroto setinggi 20-60 centimeter (cm) merendam kawasan Dusun Persil, Desa Rojopolo, hingga berdampak langsung pada penggenangan rumah warga sebanyak 500 jiwa di RW 09, 10, dan 11.
Bahkan, kondisi yang lebih parah terjadi di Kecamatan Tempursari, lantaran bencana banjir dan tanah longsor mampu menerjang enam wilayah sekaligus, meliputi Desa Purworejo, Kaliuling, Purorejo, Tempursari, Bulurejo, dan Pundungsari. (*)

Redaksi Mitrapost.com







