Pati, Mitrapost.com – Upaya mengantisipasi antrian pengambilan obat di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Soewondo Pati akan terus dilakukan perbaikan. Langkah itu untuk memberi kenyamanan bagi pasien di RSUD Soewondo tersebut.
Plt Direktur RSUD Soewondo Pati, Dr. Ahmad Husin menegaskan akan terus memperbaiki layanan di rumah sakit tersebut. Mengingat, untuk saat ini antrian obat di RSUD Soewondo Pati setiap harinya mencapai 800 hingga 1.000 lebih pasien.
“Kita itu kayak lama tapi, BPJS sudah menetapkan antrian obat harusnya kurang dari 30 menit itu kita sudah tercapai cuman ruang kita 6 kali 6 atau 8×8. Padahal jumlah pasien kita rawat jalan kita antara 800 sampai 1.000 per hari. kadang 1.200,” ujar Dr. Ahmad Husin, belum lama ini.
Dia mengaku tidak bisa mengubah tempat pengambilan obat di RSUD Soewondo Pati. Hal itu dikarenakan tempat tersebut merupakan bangunan cagar budaya yang tidak bisa dirubah.
“Kita tidak bisa merubah itu, itu Heritage adalah cagar budaya itu yang menjadi kita susah untuk melebarkan,” katanya.
Meskipun demikian, pihaknya akan terus melakukan upaya yang lain, seperti memberikan ruang tambahan untuk pelayanan pengambilan obat pasien.
“Kita upayakan untuk izin di Cagar Budaya kalau bisa kita tambah ruangnya dan tidak merubah bentuk. Mungkin kita kasih kaca untuk yang tempat-tempat nongkrong kita kasih kaca mungkin bisa antri,” imbuhnya.
Tahun 2026 ini, kata dia, belum bisa melakukan pengembangan tempat pelayanan pengambilan obat tersebut. Pasalnya, pengembangan ruangan membutuhkan gedung dan ruangan yang cukup lebar.
“Kalau pengembangan dalam waktu dekat belum ada. Karena pengembangan butuh gedung dan ruangan yang lebar,” tandasnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com


