oleh

Dinyatakan Reaktif oleh Pemkab, Seniman Pati Non Reaktif setelah Rapid Test Ulang 

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Pati, Mitrapost.com – Salah satu seniman Kabupaten Pati, Gunarto melakukan rapid test ulang di Rumah Sakit Mardi Rahayu, Kudus. Dalam rapid test itu, ia dinyatakan non reaktif Coronavirus Disease (Covid-19), Jumat (10/7/2020).

“Saya melakukan rapid test di Rumah Sakit Mardi Rahayu, Kudus dan hasilnya non reaktif Covid-19. Alhamdulillah,” ujar Gunarto yang akrab disapa Utek ini melalui sambungan telepon, Jumat sore pasca menjalani rapid test.

Rapid test di RS Mardi Rahayu ini dilakukan setelah ia dinyatakan reaktif oleh Pemerintah Kabupaten Pati dalam rapid test di Pendopo Kabupaten Pati saat aksi unjuk rasa bersama dengan pegiat seni, Kamis (9/7/2020) kemarin.

Baca Juga : Video : Eks PKL Simpang Lima Pati Minta Revisi Perda PKL Dimasukkan dalam Prolegda

Baca Juga :   Amankan 10.249 Botol Miras Ilegal, Polres Pati Tangkap 506 Pengedar

Berdasarkan keterangan rilis dari Pemkab Pati, sebanyak 20 seniman sebagai sample acak mengikuti rapid test di Pendopo. Dua di antaranya dinyatakan reaktif Covid-19, salah satu seniman itu adalah Utek.

Karena ragu dengan hasil rapid test versi Pemkab Pati, Utek memutuskan untuk melakukan rapid test ulang secara mandiri di RS Mardi Rahayu, Kudus yang dianggap sebagai tempat netral.

Salah satu rekan Utek, Deni Asmara merasa janggal dengan tindakan Pemkab Pati. Menurutnya apabila memang reaktif Covid-19, temannya ini seharusnya di bawa ke Hotel Kencana untuk melakukan karantina. Namun, dalam kenyataannya Utek tidak dibawa ke Hotel Kencana hingga hari Jumat.

“Seharusnya kan tidak dibiarkan bebas berkeliaran. Tapi disuruh untuk berdiam dulu dan di karantina di Hotel Kencana. Kemarin tidak,” ungkap Deni Asmara dalam Konferensi Pers, Jumat (10/7/2020) petang.

Baca Juga :   APBD Kena Refocusing, Bansos Sembako Nelayan Kecil Disalurkan Akhir Tahun

Baca Juga : Video: Pegiat Seni Pati Diprediksi Rugi Rp316 Miliar Selama Pandemi

Hal ini juga membuat keluarga Utek merasa tertekan. Salah satu putri Utek, Dian Pitaloka, mengatakan kediaman ayahnya beberapa kali dikunjungi pihak kepolisian, petugas dari kecamatan, dan dari Pemerintah Desa.

“Kami juga merasa kaget, mas. Ada apa dengan ayah saya sampai seperti itu. Seperti tekanan batin di rumah. Dan alhamdulillah tadi sudah ada hasilnya bapak saya non reaktif Covid-19,” tuturnya.

Selain itu, ia juga menyayangkan kabar bahwa ayahnya dinyatakan reaktif Covid-19 sudah tersebar luar di sekitar lingkungannya bahkan di Kabupaten Pati, sehingga menjadi stigma dimasyarakat. (*)

Baca Juga :

Baca Juga :   Polemik Tanah di Kelurahan Pati Kidul Berlanjut, BPN dan Lurah Satu Suara, WPM: Semua Akan Saya Tuntut

Dapatkan update berita pilihan dan breaking news setiap hari dari Mitrapost.com  di Googlenews. silahkan Klik Tautan https://bit.ly/googlenewsmitrapost dan jangan lupa tekan tombol "Mengikuti"

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Video Viral