oleh

Rembang Masih Fokus Penerapan Perbup Daripada Lockdown

Rembang, Mitrapost.com – Kabupaten Rembang menjadi salah satu tempat yang disinggung Gubernur Jateng, Ganjar Pranowo berpotensi mendapatkan perhatian khusus untuk menerapkan lockdown.

“Saya sampaikan ada beberapa kabupaten/kota yang hari ini butuh perhatian maka saya mohon Bupati/Wali Kota agar menjaga dan lebih ketat lagi, rem agak diinjak.” kata Ganjar usai rapat penanganan Covid-19, melansir Kompas.tv pada Senin (14/9/2020).

Perlakuan khusus ini mengingat kasus Covid-19 di Rembang yang kembali tinggi. Berdasarkan pada hari ini saja, angka kasus positif di area rembang meyentuh angka 99 pasien.

Dengan menempatkan dua area Rembang dan Lasem sebagai zona merah. Sedangkan untuk Kecamatan Pancur dan Sedan menjadi zona orange di Rembang. Kecamatan Hunem menjadi satu-satu zona hijau di Kabupaten Rembang.

Baca juga : Didenda Rp200 Ribu Karena Tak Pakai Masker, Pria Ini Pura-pura Pingsan

Menanggapi hal tersebut, Arief Dwi Sulistya, Humas Gugus Tugas Percepatan Penanganan Covid-19 di Kabupaten Rembang pada Selasa (15/9/2020) mengatakan kebijakan lockdown belum diputuskan oleh Kabupaten Rembang. “Belum diputuskan,” ucapnya.

Namun menurutkan Kabupaten Rembang akan tetap mengikuti yang diberlakukan mendatang oleh gubernur.  “Kita lihat kebijakan gubernur bagaimana, kita menyesuaikan,” imbuhnya.

Untuk saat ini, Arief mengatakan, Kabupaten Rembang sedang fokus dalam melakukan sosialisasi Peraturan Bupati 34 tahun 2020, tetang Penegakan Protokol Kesehatan.

“Kita masih perketat protokol kesehatan, dengan sosialisasi Perbup 34 tahun 2020 dan razia Satpol PP bersama TNI Polri,” pungkasnya.

Meskipun begitu Gubernur Jateng juga mengungkapkan ada beberapa wilayah lain yang perlu mendapat perlakuan khusus. Di antaranya Kabupaten Pati, Kabupaten Rembang, Kabupaten Boyolali, Kabupaten Sragen, Kota Semarang, Kabupaten Wonosobo, Kabupaten Pemalang, Kabupaten Kudus, dan Kabupaten Tegal. (*)

Baca juga : 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebookinstagram, dan twitter

Redaktur : Dwifa Okta

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed