oleh

Pasang Jebakan Tikus Beraliran Listrik Bisa Kena Pasal dan Hukuman Bui

Ngawi, Mitrapost.com Pasang jebakan tikus beraliran listrik yang bisa membahayakan korban jiwa akan dijerat Pasal 359 KUHP tentang kelalaian yang menyebabkan orang meninggal dengan hukuman penjara maksimal 5 tahun.

Hal tersebut disampaikan Kapolres Ngawi AKBP Dicky Ario Yustisianto pada Selasa (15/9/2020). Pihaknya menegaskan akan menindak tegas bagi pelaku pemsangan jebakan tikus beraliran listrik yang bisa membahayakan jiwa.

“Apapun alasannya, jebakan tikus beraliran listrik itu bisa membahayakan nyawa,” ujar AKBP Dicky.

Hal tersebut ditegaskan, sebab menurut data Polres Ngawi dari 2019 sampai 2020 tercatat ada 11 orang korban yang tewas akibat jebakan tikus beraliran listrik.

Baca juga: Petani Desa Ngastorejo Budidaya Burung Hantu Untuk Membasmi Tikus di Sawah

Pada tahun 2018, Kepolisian Resor Ngawi mencatat sebanyak 7 kasus korban meninggal karena jebakan tikus beraliran listrik.

Sebelumnya diberitakan, Paniran (40), petani warga Desa Babadan, Kecamatan Pangkur, Kabupaten Ngawi, ditemukan tewas diduga tersengat jebakan tikus beraliran listrik yang dia pasang sendiri secara sembunyi-sembunyi pada Senin (14/9/2020) malam.

Dari hasil pemeriksaan tim medis korban mengalami luka bakar pada telapak tangan kanan bagian luar, luka bakar pada lengan tangan kanan dan luka bakar di bagian dada. (fp)

Baca juga: 

 

Artikel ini telah tayang di Kompas.com dengan judul “Jebakan Tikus Beraliran Listrik Sudah Telan 11 Korban Jiwa di Ngawi“.

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed