oleh

Berstatus Zona Merah, MCCC Pati Dukung Penerapan Perbup Nomor 66

Pati, Mitrapost.com Muhammadiyah Covid-19 Command Center (MCCC) Kabupaten Pati mengatakan perlu ada tindak lanjut dalam penanganan Covid-19. Hal ini mengingat status Kabupaten Pati saat ini berada di zona merah penyebaran Covid-19.

Oleh karenanya, MCCC Pati berkomitmen dukung Peraturan Bupati Nomor 66 tahun 2016 tentang Perubahan Atas Peraturan Bupati Pati Nomor 49 Tahun 2020 tentang Pedoman Menuju Tatanan Normal Baru Pada Masa Pandemi Penyakit  Virus Corona 2019 di Kabupaten Pati.

“Salah satu yang prioritas, bagaimana mendorong pemerintah dalam hal ini bapak bupati. Terdekat kita akan mendorong kebijakan Perbub,” ungkap Asnawi selaku Ketua Pimpinan Daerah (PD) Muhammadiyah Pati dalam pers conference, Jumat (18/9/2020).

“Kita dorong dengan rekomendasi yang kita susun dari MCCC Kabupaten Pati. Supaya realisasi Perbub bisa berjalan optimal. Dari masyarakat umum dan ormas agama. Supaya tidak cuma bersifat normatif, supaya lebih ke sisi action, supaya berjalana lebih optimal,” imbuhnya.

MCCC Pati adalah Tim Khusus yang dibentuk Pimpinan Pusat Muhammadiyah untuk mengantisipasi penyebaran virus corona, dan dibentuk sejak virus ini mewabah di Pati.

Baca juga: Muhammadiyah Pati Tak Sependapat Ada Sertifikasi Ulama

Dalam pergerakannya, MCCC Pati telah berhasil menghimpun dana sebesar Rp81.558.094 dan telah menyalurkan bantuan kepada korban terdampak Covid-19 yang jumlahnya lebih besar dari dana yang digalang yakni Rp Rp135.893.100.

Dari dana tersebut secara konkret disalurkan dalam bentuk sumbangan berupa 605 masker, 51 set APD, 1.142 paket sembako. Juga digunakan dalam operasional kegiatan penyemprotan disinfektan di 51 titik, pemasangan banner sosialisasi di 51 titik, dan pemasangan poster di 51 titik.

dr. Aldila Al Arfa wakil Ketua MCCC pusat yang juga direktur RS Fastabiq Sehat Pati mengungkapkan kedepan MCCC Pati akan langkukan konsep edukasi masyarakat yang lebih mengena. Hal ini melihat respon masyarakat yang menyepelekan keberadaan virus corona.

“Salah satu agenda kita adalah kita coba membuat (pendekatan) nyata. Kita agendakan juga testimoni pasien yang berhasil sehat. Apa tipsnya karena ini dibutuhkan bagi yang dirawat. Pusing batuk tidak terasa, tapi yang pertama stressnya. Juga memberikan motivasi apa tipsnya. Kongkret dan mengena. Ada juga upaya kultural,” jelasnya. (*)

Baca juga: 

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Ulfa PS

Komentar

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

News Feed