Pati, Mitrapost.com – Sejak bulan Maret hingga September ini pembelajaran tatap muka belum bisa dilakukan. Pandemi Covid-19 membuat Pemerintah terpaksa mengganti pembelajaran tatap muka dengan pembelajaran jarak jauh (PJJ).
Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Pati yang juga membawahi lembaga pendidikan madrasah mengngungkapkan banyak keluhan dari orang tua siswa, siswa maupun guru kepada pihaknya.
“Kalau keluhan banyak. Terutama ibu-ibu yang anaknya di RA (setingkat TK), masih di MI (setingkat SD) yang masih belum bisa pegang HP itu pasti keluhannya merepotkan, dan itu menyita waktu dan kebutuhan yang lain,” ujar Staf Kantor Kemenag Pati, Agus Ansori, saat ditemui Mitrapost.com di kantornya, belum lama ini.
Apalagi, lanjut Agus, murid maupun guru sudah merasa jenuh dengan PJJ yang dilakukan sudah hampir 6 bulan. “Anaknya sudah pengen sekolah, ibunya juga seperti itu. Sudah 6 bulan ndak sekolah,” imbuh Agus.
Baca juga: Hindari Rasa Bosan Saat PJJ, Gunakan Model Pembelajaran Berikut
Terlebih orang tua maupun guru harus merogoh kocek yang lebih dalam lagi untuk pembiayaan pulsa PJJ. Itu pun belum tentu semua operator seluler bisa diakses di tempat-tempat terpencil.
“Itu baru kegiatan yang dijalankan, kemudian keluhan-keluhan isu pulsa, perdana dan sebagainya,” ungkap Agus.
Selain itu, bagi guru yang sudah terbiasa dengan pembelajaran tatap muka, diharuskan mampu beradaptasi dengan cepat sehingga PJJ dengan sistem daring dapat terlaksana dengan maksimal. (*)
Baca juga:
- Tekankan Keselamatan dan Kesehatan, Disdik Blora Tetap Gunakan Metode Belajar Daring
- 44,9 Ribu Siswa dan Guru Madrasah di Pati dapat Kuota Internet dari Telkomsel
- Dukung Pendidikan, Guru di Grobogan Datangi Langsung Siswanya
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram
Redaktur : Ulfa PS
Wartawan






