oleh

Banjir hingga Rumah Ambruk Terjadi dalam 4 Hari di Pati

Pati, Mitrapost.com Dari hari Sabtu (31/10/2020) hingga Selasa (3/11/2020) atau 4 hari terjadi setidaknya 4 bencana yang disebabkan faktor alam.

Kejadian pertama, puluhan hektar sawah di Desa Tunjungrejo, Kecamatan Margoyoso, diterjang banjir. Hal ini terjadi setelah dua tanggul di desa tersebut jebol lantaran tak kuat menahan aliran Sungai Tempur. Kejadian ini terjadi pada Sabtu (31/10/2020) malam.

Lalu, pada Senin (2/11/2020), atap empat ruangan SDN 02 Ngarus Kecamatan Pati Kabupaten Pati ambruk karena diterjang angin ditambah kondisi kayu penyangga yang sudah lapuk.

Kejadian serupa juga dialami rumah seorang warga RT 04/ RW 04 Desa Kuwawur Kecamatan Sukolilo. Rumah yang bermaterial kayu ini ambruk setelelah diterjang angin, Selasa (3/11/2020) pagi. Akibatnya, dua orang anak tertimpa reruntuhan.

Terakhir, sekitar 150 hektare sawah di Desa Jambean Kidul, Kecamatan Margorejo, Pati terendam banjir. Kejadian ini terjadi lantaran intensitas hujan tinggi yang turun beberapa hari terakhir. Sehingga membuat sungai airnya meluap hingga masuk ke areal persawahan. Atas kejadian ini, petani diperkirakan merugi hingga ratusan juta.

Baca juga: Rumah Ambruk di Sukolilo, 2 Anak Tertimpa Reruntuhan

Anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati Narso mengungkapkan bencana alam yang terjadi belakangan ini tak lepas dengan adanya fenomena alam La Nina.

“Kondisi saat ini kan tidak lepas dari bencana alam yang terkait dengan fenomena La Nina. Jadi kita semua harus siap. Mau tidak mau harus siap,” ujar Narso pada Rabu (4/11/2020)

La Nina merupakan fenomena yang ditandai dengan suhu lebih dingin di kawasan Samudra Pasifik bagian tengah dan timur, sedangkan di bagian barat lebih panas. Hal tersebut memicu meningkatnya curah hujan di wilayah Indonesia, tak terkecuali di Kabupaten Pati.

La Nina dapat meningkatkan curah hujan hingga 40%. Maka dari itu, Narso berharap pemerintah mengantisipasi fenomena ini. Terlebih lagi di musim hujan, karena dapat menyebabkan bencana hidrometeorologi seperti banjir, tanah longsor, gelombang tinggi dan angin kencang.

“Dan kondisi saat ini menuntut kita untuk menyiapkan semua untuk mengantisipasi bencana terutama curah hujan yang tinggi,” tandasnya. (Adv/UH/UP/SHT)

Baca juga: 

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Ulfa PS

Komentar

Berita Terkait