oleh

Lapan Canangkan Peluncuran Roket Sonda Dua Tingkat pada 2024 Mendatang

Mitrapost.com – Mengemban misi penelitian atmosfer di ketinggian 200 kilometer, Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (Lapan) targetkan peluncuran roket sonda dua tingkat pada 2024.

Hal itu diungkapkan oleh Kepala Pusat Teknologi Roket, Lilis Mariani seperti mengutip Antara, Senin (16/11/2020).

Baca juga: Pengguna MacBook Baru Mesti Bersabar, Microsoft Office Bakal Lemot

Pengembangan roket dua tingkat tersebut dimulai sejak 2019 dengan mulai membuat konsep desain roket.

Pembuatan roket tersebut memasuki tahap ‘preliminary design’ 2020 ini. Namun, terhambat sebab pandemi Covid-19.

Selanjutnya, Lapan berencana bakal buat detail desain di tahun depan. Menurut Lilis, urgensi penguasaan teknologi roket di Indonesia sejalan dengan visi Indonesia yakni Keantariksaan Indonesia yang Mandiri, Maju dan Berkelanjutan.

Baca juga: Peneliti Manfaatkan Kecerdasan Buatan untuk Deteksi Covid-19

Pengembangan roket juga penting untuk mendukung sistem komunikasi dan pertahanan bagi negara kepulauan Indonesia.

Indonesia memerlukan kemajuan teknologi roket yang merupakan teknologi terdepan (frontier) untuk menjaga keamanan Negara Kesatuan Republik Indonesia dan untuk kesejahteraan dan kemajuan masyarakat Indonesia.

Lapan memiliki agenda pada periode 2021-2025 untuk mengembangkan roket dua tingkat dengan ketinggian 300 kilometer.

Baca juga: BPBD Pati Minta Warga Siaga, Fenomena La Nina Bakal Picu Curah Hujan Tertinggi

Sementara pada 2040, diharapkan Indonesia memiliki roket pengorbit satelit yang dapat membawa satelit 100 kilogram, dan roket itu diluncurkan dari bandara antariksa milik Indonesia yang akan dibangun di Pulau Biak, Papua.

Saat ini, pihaknya sedang melaksanakan kegiatan untuk mengevaluasi dan menjabarkan kebutuhan pengguna (user), kebutuhan teknologi yang diperlukan, fasilitas, sumber daya manusia, anggaran, strategi kerja sama yang perlu dibuat lebih detail.

Lilis menuturkan fasilitas dalam pengembangan roket masih minim. Di Indonesia saat ini ekosistem industri roket juga masih sangat terbatas. Oleh karena itu perlu dukungan anggaran, sumber daya manusia dan strategi kerja sama.

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

Komentar

Berita Terkait