oleh

Doa Akhir Tahun, Mengharap Secercah Kebaikan dan Pengampunan

Mitrapost.com Tahun 2020 sudah sampai di penghujung waktu. Selama delapan bulan tahun ini Indonesia harus menghadapi pandemi virus corona yang hingga kini masih belum ada kabar yang bisa melegakan napas.

Selain masalah kesehatan, di sektor ekonomi dan sosial pun menjadi terbatas karena penularan virus ini bisa tidak diketahui. Tak sedikit yang dirawat lantaran positif terinfeksi virus yang menyerang sistem pernapasan ini.

Meski demikian, sebagai manusia dan juga hamba dari Yang Maha Kuasa kita tetap harus berusaha dan melewati ujian ini dengan tetap berserah diri. Sebab kondisi yang berlarut-larut ini tak sedikit menelan jiwa.

Di penghujung tahun dan menyongsong tahun baru ini, tentu kita mengharapkan hari yang lebih baik ke depannya dan bisa menutup tahun ini dengan hati tetap kepada-Nya.

Baca juga: Sering Dibaca Rasul, Baca Doa Sapu Jagat untuk Kebaikan Dunia dan Akhirat

Berikut ini doa warid akhir tahun yang dianjurkan Rasulullah SAW. Doa akhir tahun ini dibaca sebanyak 3 kali sebelum maghrib pada hari terakhir bulan Dzulhijjah.

 اَللَّهُمَّ مَا عَمِلْتُ مِنْ عَمَلٍ فِي هَذِهِ السَّنَةِ مَا نَهَيْتَنِي عَنْهُ وَلَمْ أَتُبْ مِنْه وَحَلُمْتَ فِيْها عَلَيَّ بِفَضْلِكَ بَعْدَ قُدْرَتِكَ عَلَى عُقُوبَتِي وَدَعَوْتَنِي إِلَى التَّوْبَةِ مِنْ بَعْدِ جَرَاءَتِي عَلَى مَعْصِيَتِكَ فَإِنِّي اسْتَغْفَرْتُكَ فَاغْفِرْلِي وَمَا عَمِلْتُ فِيْهَا مِمَّا تَرْضَى وَوَعَدْتَّنِي عَلَيْهِ الثّوَابَ فَأَسْئَلُكَ أَنْ تَتَقَبَّلَ مِنِّي وَلَا تَقْطَعْ رَجَائِ مِنْكَ يَا كَرِيْمُ

Allâhumma mâ ‘amiltu min ‘amalin fî hâdzihis sanati mâ nahaitanî ‘anhu, wa lam atub minhu, wa hamalta fîhâ ‘alayya bi fadhlika ba‘da qudratika ‘alâ ‘uqûbatî, wa da‘autanî ilat taubati min ba‘di jarâ’atî ‘alâ ma‘shiyatik. Fa innî astaghfiruka, faghfirlî wa mâ ‘amiltu fîhâ mimmâ tardhâ, wa wa‘attanî ‘alaihits tsawâba, fa’as’aluka an tataqabbala minnî wa lâ taqtha‘ rajâ’î minka yâ karîm.

Artinya, “Tuhanku, aku meminta ampun atas perbuatanku di tahun ini yang termasuk Kau larang-sementara aku belum sempat bertobat, perbuatanku yang Kau maklumi karena kemurahan-Mu-sementara Kau mampu menyiksaku, dan perbuatan (dosa) yang Kau perintahkan untuk tobat-sementara aku menerjangnya yang berarti mendurhakai-Mu. Tuhanku, aku berharap Kau menerima perbuatanku yang Kau ridhai di tahun ini dan perbuatanku yang terjanjikan pahala-Mu. Janganlah kau membuatku putus asa. Wahai Tuhan Yang Maha Pemurah.” (*)

Baca juga: 

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Ulfa PS

 

Komentar

Berita Terkait