oleh

5 Guru Wafat Terpapar Corona, Pemkab Kudus Tunda Pembelajaran Tatap Muka

Kudus, Mitrapost.com Pada 20 November lalu Menteri Pendidikan dan Kebudayaan Nadiem Makarim mengatakan akan membuka pembelajaran secara tatap muka mulai Januari 2020. Namun, Pemkab Kudus memilih menunda kegiatan belajar mengajar dikarenakan ada 5 guru di SMP 3 Jekulo meninggal dan terpapar virus corona.

“Kami sudah menginstruksikan kepada Dinas Pendidikan Kepemudaan dan Olahraga untuk membuat surat edaran kepada sekolah bahwa pembelajaran tatap muka belum diperbolehkan,” kata Pelaksana tugas Bupati Kudus Hartopo menanggapi kasus Covid-19 di SMP tersebut.

Pemkab Kudus, sejak Senin (7/12/2020), telah memberikan surat edaran kepada masing-masing sekolah di Kudus tentang penundaan kegiatan pembelajaran tatap muka.

Hartopo meminta semua sekolah tetap menggelar pembelajaran secara daring (dalam jaringan) demi menghindari penularan virus corona.

Baca juga: Pati Akan Kaji Pembelajaran Tatap Muka di Masa Pandemi

Pihaknya menegaskan akan menindak pihak sekolah yang masih melakukan pembelajaran luar jaringan. Pasalnya Kota Kretek masih berada di zona oranye dengan penyebaran virus corona tingkat sedang.

“Surat edaran tersebut berlaku untuk pendidikan anak di bawah umur atau PAUD hingga SMA. Siswa tidak ada yang boleh masuk. Sampai ada yang memasukkan siswa akan diberikan sanksi,” ujarnya.

Selama kondisi belum aman, kata dia, tidak akan memberikan izin pembelajaran tatap muka di sekolah. Bahkan, SMK yang sebelumnya minta izin simulasi tatap muka, saat ini sudah tidak melaksanakan lagi karena Provinsi Jateng juga memberhentikan sementara sampai ada kebijakan baru.

Pemkab Kudus juga akan memperketat penerapan protokol kesehatan dengan meningkatkan operasi di tempat-tempat yang sering terjadi kerumunan, termasuk tamu undangan pada acara pernikahan juga harus dibatasi.

“Maksimal 50 orang termasuk dengan panitianya,” ujarnya.

Baca juga: Orang Tua Boleh Tidak Mengizinkan Anak dalam Pembelajaran Tatap Muka

Tim Satgas Covid-19 Kudus juga sudah melakukan penelusuran kontak erat setelah ada guru SMP 3 Jekulo yang meninggal akibat Covid-19.

Dalam penelusuran kontak tersebut, tercatat ada 14 orang yang dinyatakan terkonfirmasi positif Covid-19 setelah dilakukan tes swab. Petugas Puskesmas juga diminta turut mengawasi warga yang menjalani isolasi mandiri setelah terkonfirmasi positif Covid-19.

Sementara itu menurut data https://corona.kuduskab.go.id/ yang diperbarui per 8 Desember 2020 menunjukkan ada 44 kasus Covid-19 baru, kontak erat 35, suspek 7, dan probable 1. (fp)

Baca juga: Sambangi SMAN 3 Semarang, Ganjar Cek Kesiapan Pembelajaran Tatap Muka

 

Artikel ini telah tayang di Antara Jateng dengan judul ‘Pemkab Kudus tunda pembelajaran tatap muka‘.

Komentar

Berita Terkait