oleh

Dongkrak Angka Kemiskinan, BPS Rembang: Masyarakat Berperan Penting

Rembang, Mitrapost.com – Berbagai kebijakan diluncurkan oleh pemerintah guna terus menggerakkan roda perkonomian di tengah pandemi. Mulai dari pemberian bantuan langsung tunai hingga stimulus dana bagi UMKM.

Namun, di tengah pandemi yang tak terhenti hingga kini, jurus-jurus yang ada tidak cukup jitu untuk mendongkrak perekonomian yang ada. Salah satunya di Rembang, berdasarkan data Badan Pusat Statistik (BPS) terbaru, Rembang mengalami penambahan angka kemiskinan dan pengangguran.

Baca juga: Turun Peringkat, IPM Rembang Tempati Posisi ke-21 se-Jateng

BPS Kabupaten Rembang mencatat bahwa persentase penduduk miskin di Kabupaten Rembang per Maret 2020 sebesar 15,60 persen atau naik sebesar 0,65 poin dari posisi Maret 2019 lalu sebesar 14,95 persen. Sedangkan jumlah pengangguran juga mengalami kenaikan sebesar 1,14 persen. Yakni pada tahun 2019 hanya sebesar 3,96 persen dan pada tahun 2020 menjadi 4,83 persen.

Henri Wagiyanto selaku Kepala BPS Rembang saat ditemui di kantornya pada Senin (28/12/2020) mengungkapkan pandemi adalah dilema tersendiri bagi keputusan atau kebijakan yang diambil pemerintah.

Baca juga: Sambangi BPSDM Jateng, Ini Permintaan Ganjar pada Pasien COVID-19

Henri mencontohkan, keberadaan Bantuan Langsung Tunai atau BLT misalnya. Menurutnya bantuan ini hanya berperan seperti pengganjal roda saja, yang menjaga masyarakat tidak jatuh dalam krisis di tengah pandemi. “Ada BLT itu hanya bertahan saja,” ungkapnya.

Namun seperti hanya bantuan sementara, BLT menurut Henri tidak dapat dilakukan terus-menerus. “Bantuan-bantuan itu hanya bertahan. Kalau terus ya duit negara bisa habis,” ujarnya.

Baca juga: BPS Pati Terjunkan 1.091 Petugas untuk Sensus di Lapangan

Sektor lain juga memiliki proses yang sama.  Potensi atau hasil alam seperti pertanian atau perikanan di Rembang sebenarnya tidak  terdampak yang signifikan dari pandemi.  Menurutnya beberapa bulan yang lalu saja tercatat beberapa hasil panen maupun laut tercatat overload.

“Sebenarnya untuk pertanian tidak banyak berpengaruh. Seperti cabe yang melimpah tapi menjualnya yang tidak bisa.  Begitu juga hasil laut,” katanya.

Komentar

Berita Terkait