Pati, Mitrapost.com – Dinas Kelautan dan Perikanan (DKP) Kabupaten Pati berupaya mengoptimalkan produksi garam lokal. Pasalnya, kualitas garam yang dihasilkan oleh petani garam di Kabupaten Pati sudah meningkat dibandingkan beberapa tahun yang lalu.
Meski begitu produksi garam lokal perlu ditingkatkan dari segi produktivitas dan kualitasnya. Hal itu diungkapkan oleh Johanes Harnoko selaku Kabid Pengelolaan dan Pengembangan Produk Kelautan dan Perikanan, Rabu (27/1/2021).
Baca juga: Garda Terdepan Lawan Covid-19, Nakes Pati Banyak Berguguran
“Awal tahun 2021 harga garam per kg berada di angka Rp300 sampai dengan Rp450. Harga ini naik daripada tahun lalu yang hanya menginjak Rp250 – Rp350 per kg,” ungkap Johanes Harnoko.
“Selain itu, perlu meningkatkan sarana dan prasarana tambak garam dengan rehabilitasi saluran agar pasokan air lancar,” imbuhnya.
Baca juga: Video : Pilkades 2021 di Pati Siap Digelar, Ini Jadwal Tahapannya
Menurut Johanes, revitalisasi dan peningkatan jalan produksi juga sangat penting untuk memperlancar pengangkutan hasil produksi garam.
Hingga kini update jalan produksi garam berada di 12 lokasi desa. Lokasi tersebut, diantaranya di Kecamatan Batangan, Kecamatan Juwana, Kecamatan Wedarijaksa, dan Kecamatan Trangkil.
Johanes mengungkapkan peningkatan jalan produksi garam dianggarkan melalui Anggaran Belanja Tambahan (ABT) yang diperoleh dari Program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) 2020 dari APBN. Anggaran tersebut dialokasikan untuk Pemberdayaan Usaha Garam Rakyat (PUGAR).
Baca juga: Pilkades 2021 di Pati Siap Digelar, Ini Jadwal Tahapannya
Di samping itu, ada dua Gudang Garam Rakyat (GGR) yang berlokasi Desa Kepoh, Kecamatan Wedarijaksa, Desa Asempapan, dan Kecamatan Trangkil.

