oleh

Hore, Kota Semarang Bakal Punya Museum Sejarah Teknologi Imersif Pertama di Indonesia

Semarang, Mitrapost.com – Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi menyiapkan sejumlah proyek penguatan sektor pariwisata di Ibu Kota Provinsi Jawa Tengah sepanjang tahun 2021.

Salah satu yang ditawarkan adalah konsep museum imersif. Imersif sendiri merupakan sebuah konsep teknologi mengaburkan dunia digital dengan dunia nyata, sehingga pengunjung bisa mendapatkan pengalaman baru.

Secara khusus, gambaran terkait museum imersif yang akan dikembangkan di Kota Semarang sendiri, telah diunggah Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi tersebut, di media sosial pribadinya @HendrarPrihadi.

Baca juga: Vaksin Corona, MUI Semarang Minta Masyarakat Tak Ragu

Hendi mengatakan, museum tersebut akan menggunakan bangunan yang telah didirikan oleh Kementerian PUPR di bundaran Bubakan, Kota Semarang.

“Untuk fisik bangunannya oleh Kementerian PUPR, sedangkan dari kita yang nanti akan mendesain dalam museumnya.  Saat ini ada dalam tahap penyempurnaan konsep pengaplikasian teknologi, semoga prosesnya lancar,” katanya, Senin (1/2/2021).

Sementara itu, Kepala Dinas Kebudayaan dan Pariwisata Kota Semarang, Indriyasari, mengatakan konsep utama museum di bundaran Bubakan yakni mengenai sejarah Kota Semarang.

Dia menjelaskan, pihaknya akan memberikan sajian sebagai pembelajaran sejarah dengan metode yang menarik, sehingga saat masuk museum, pengunjung dapat merasakan kondisi Semarang tempo dulu.

Baca juga: Sejumlah Faktor Sebabkan Produksi Garam di Pati Menurun

“Kita seolah-olah berada di masa lalu, masuk lorong waktu, menikmati kondisi saat itu. Misal, suasana di Kali Semarang. Pengunjung seolah berada di sana menikmati aktivitas perdagangan di sana. Kemudian, berkeliling Kota Lama. Jadi, bercerita narasi Kota Semarang tapi dikemas lebih menarik,” jelasnya.

Senada dengan Hendi, Iin juga mengungkapkan masih dalam tahap penyiapan sejumlah teknologi yang akan diaplikasikan. Termasuk set ruang dan narasinya.

Tak hanya mempersiapkan desain di dalam museum, pihaknya juga  mempersiapkan manajemen lalu lintas sekitar museum. Hal ini mengingat Museum Bubakan berada tepat di bundaran. Jika tidak ada rekayasa lalu lintas tentu dapat menimbulkan kemacetan.

Baca juga: Sah, KPU Tetapkan Hendi & Ita Kembali Pimpin Kota Semarang

“Tempat parkir sudah ada pembicaraan tapi perlu finalisasi. Akses ke museum juga kami pikirkan. Nanti ada satu ruas jalan yang dibuat taman dari tempat parkir menuju museum,” bebernya.

Dia menargetkan, museum tersebut bisa dinikmati masyarakat pada pertengahan tahun 2021. Diharapkan, kehadiran museum dapat menambah destinasi baru di kawasan Kota Lama Semarang.

“Target kami Agustus sudah bisa dinikmati masyarakat,” tandasnya. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

 

Berita Terkait