oleh

Ricuh, Satpol PP Kota Semarang Bongkar Ratusan Rumah di Cebolok

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Semarang, Mitrapost.com Ratusan rumah warga di Kampung Cebolok, Kelurahan Sambirejo, Kecamatan Gayamsari, Kota Semarang akhirnya dibongkar Satuan Polisi Pamong Praja, Kamis (18/2/2021).

Saat pembongkaran, petugas Satpol PP mengerahkan sejumlah alat berat dibantu ratusan petugas mengangkut barang berharga dari dalam rumah.

Sempat terjadi kericuhan dan adu mulut antara warga yang tidak mau rumahnya dibongkar dengan petugas Satpol PP.

Tak hanya itu, bahkan tidak sedikit warga yang berusaha tetap mempertahankan rumahnya dengan tetap berdiri di depan rumah sambil membawa bendera merah putih.

Namun para petugas tidak bergeming, mereka tetap melakukan tugasnya membongkar rumah yang diklim warga telah ditinggali selama bertahun tahun.

Baca Juga :   Ditantang Debat Masalah OPM, Dekan Hukum Unnes Siap Hadapi

Baca juga: Satpol PP Pati Kembali Lakukan Penyegelan Tempat Karaoke, Hasilnya Mengejutkan

Kepala Satpol PP Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, pembongkaran ratusan rumah ini telah sesuai dengan prosedur. Bahkan pihaknya menunda waktu pembongkaran karena ada alasan manusiawi dibaliknya.

“Ini merupakan lanjutan dari penyegelan yang dilakukan beberapa waktu lalu. Kami sudah mengupayakan tindakan persuasif dengan memberikan surat pengosongan rumah pada 3 Februari 2021. Karena tidak dikosongkan, hari ini kita bongkar,” ujarnya di sela pembongkaran.

Ia menjelaskan, ratusan rumah itu dibongkar karena berdiri di atas lahan milik orang lain. Padahal warga juga telah menerima uang tali asih.

“Mereka menyalahi aturan, bangunannya berdiri di atas tanah orang lain. Warga juga sudah menerima uang tali asih atau ganti rugi. Kami melaksanakan rekom segel dan rekom bongkar. Bahkan sudah ada upaya persuasif sebelumnya dengan rapat 5 kali,” jelasnya.

Baca Juga :   Modus Kas Kelurahan, ASN di Muktiharjo Kidul Ambil Pungli Lagi

Baca juga: Dampak Jateng di Rumah Saja dan PKH, Permintaan Beras Menurun

Di sisi lain, kesedihan melingkupi salah satu warga Cebolok, Sumiyati Ia mengaku pasrah lantaran tempat tinggalnya selama ini dibongkar paksa.

“Sudah tidak tahu kemana lagi, mau tinggal dimana lagi. Keaadaan lagi susah seperti ini. Saya di sini ikut anak juga malah dibongkar. Saya tidak tahu ke mana lagi,” tandasnya. (*)

Baca juga: Terdampak Banjir, Program RTLH di Kawasan Muktiharjo Dipercepat

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa