oleh

Banjir Kaligawe Belum Surut, Hendi: Sistem Pompa Tidak Maksimal

Semarang, Mitrapost.com Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi, meninjau kondisi banjir di ruas jalan Pantura tepatnya di Jalan Raya Kaligawe, Genuk, Semarang. Banjir yang masih menggenang itu disebut Hendi akibat sistem pompa yang tidak bekerja maksimal ditambah drainase yang kurang besar.

“Pompanya memang tidak bisa bekerja maksimal karena harus bergiliran. Satu-satunya solusi harus ditambah jumlah pompa dan dibesarkan drainase sekundernya. Ini terus kita evaluasi, karena juga ada tambahan dari rob di daerah pesisir masuk ke jalan raya dan pemukiman,” kata Hendrar, saat sidak di kawasan Kaligawe dan Genuk, Sabtu (27/2/2021).

Sementara itu menurut pantauan Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang, genangan banjir di Jalan Kaligawe masih setinggi 70 Centimeter usai merendam kawasan itu sejak Jumat (26/2/2021).

Kepala Satuan Lalu Lintas Polrestabes Semarang AKBP Sigit mengatakan pihaknya harus mengalihkan arus sepeda motor dan mobil dari Demak ke Semarang dan sebaliknya ke jalur alternatif Jalan Wolter Monginsidi Bangetayu, Semarang.

“Kita pantau, sampai saat ini genangan banjir masih setinggi 50 sampai 70 Centimeter. Kalau sepeda motor nekad menerobos pasti mogok tengah jalan dan mobil kecil juga beresiko. Jadi kita terus himbau agar lewat jalur alternatif Bangetayu,” ujar AKBP Sigit di lokasi, Sabtu (27/2/2021).

Baca juga: Banjir Kaligawe Mulai Surut, Polisi Imbau Kendaraan Kecil Lewat Tol

Berdasarkan pantauan, hanya truk besar jenis tronton dan trailer serta truk tanki pengangkut BBM yang diperbolehkan melintas di Kaligawe.

Beberapa warga ada yang memilih nekad menerobos genangan banjir di Jalan Kaligawe dengan berjalan kaki. Seorang lansia, bahkan akhirnya harus dievakuasi dengan digendong Petugas karena kelelahan berjalan kaki menerobos banjir.

“Sejumlah personil kita terjunkan di genangan banjir untuk membantu warga yang mencoba nekad menerobos banjir,” lanjut Sigit.

Jalan dan pemukiman warga di daerah Kaligawe menjadi langganan banjir selama beberapa tahun. Meski berhasil ditanggulangi di tahun 2019 dan 2020, banjir kembali merendam kawasan ini saat hujan deras mengguyur Kota Semarang selama hampir 12 jam pada 5 Februari hingga 6 Februari 2021. (fp)

Baca juga: Puluhan Sekolah Raudhatul Athfal di Semarang Terendam Banjir

 

Artikel ini telah tayang di CNN Indonesia dengan judul ‘Pompa Bergiliran, Banjir di Pantura Semarang Masih 70 Cm‘.

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Redaksi Mitrapost.com

Berita Terkait