oleh

Demokrat Pati Tolak Kongres Luar Biasa

Pati, Mitrapost.com – Dewan Pimpinan Cabang (DPC) Partai Demokrat Kabupaten Pati menolak tegas rencana berlangsungnya Kongres Luar Biasa (KLB) Partai Demokrat yang bertujuan pelengseran Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) sebagai Ketua Umum DPP Partai Demokrat.

Sikap penolakan ini disampaikan langsung oleh Ketua DPC Partai Demokrat Pati Joni Kurnianto. Wakil Ketua I Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati ini mengaku setia pada kepemimpinan AHY.

Joni menilai KLB itu merupakan dilakukan oleh oknum-oknum partai yang tak bertanggung jawab dan berniat memecah belah partai berlambang bintang mercy ini.

Baca juga: Fraksi Demokrat Harap Perda RTRW Bermanfaat untuk Rakyat Kecil

“KLB, pelengseran Ketum, itu dilakukan oleh orang-orang yang tidak bertanggungjawab, tidak sesuai asas konstitusional,” ujar Joni di kantor DPC Partai Demokrat Pati, Kamis (4/3/2021) kemarin sore.

Joni pun membuat surat pernyataan yang ia tandatangani di atas meterai tentang sikap DPC Partai Demokrat Pati ini. Surat pernyataan bertanggal 3 Maret 2021 tersebut berisi lima poin.

“Pertama, saya sebagai Ketua DPC adalah pemilik suara yang sah. Kedua, saya menolak KLB dan setia kepada kepemimpinan Ketua Umum Agus Harimurti Yudhoyono, sesuai hasil Kongres V Partai Demokrat tahun 2020, yang sudah disahkan oleh Kemenkumham,” tegas Joni.

Baca juga: Demokrat Pati Siap di Barisan Terdepan Amankan AHY

Lalu, poin ketiga menyebutkan bahwa surat pernyataan ini bersifat final dan mengikat secara hukum. Apabila ada surat pernyataan lain yang dibuat mengatasnamakan dirinya, Joni mengatakan hal itu merupakan hal yang ilegal dan dapat dituntut secara hukum.

“Keempat, bahwa saya tidak pernah membuat dan/atau menandatangani surat kuasa yang diberikan kepada siapa pun untuk menghadiri dan/atau mewakili saya dalam KLB Partai Demokrat,” tuturnya.

Kelima, kata Joni, apabila ada pihak yang mengatasnamakan dirinya menghadiri dan/atau mewakili dalam KLB adalah tidak benar, ilegal, dan suatu perbuatan tindak pidana dan dapat dituntut secara hukum.

“Surat pernyataan ini saya buat dengan kesadaran penuh, tanpa paksaan dan tekanan dari pihak mana pun. Surat ini juga tidak akan saya cabut di kemudian hari,” tandas Joni. (Adv)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

 

Tentang Penulis: Umar Hanafi

Gambar Gravatar
Wartawan

Berita Terkait