oleh

Gapoktan Desa Beketel Berharap Penyuluhan Pertanian Terus Ditingkatkan

Pati, Mitrapost.com – Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Beketel berharap kepada Balai Penyuluh Pertanian (BPP) Kecamatan Kayen senantiasa memberi dukungan berupa pendampingan dan penyuluhan.

Menurut Rakamto selaku Ketua Gapoktan Desa Beketel menyampaikan selama ini masih banyak kelompok tani yang belum aktif dalam organisasi. Sehingga, program-program kebijakan dari Dinas Pertanian dan Peternakan (Dispertan) Pati tidak diterima secara penuh oleh kelompok-kelompok tersebut.

“Masih banyak kelompok tani yang anggotanya kurang aktif. Untuk itu, kami berharap dari Dinas maupun BPP dapat mengikat mereka lagi supaya lebih terorganisir dengan baik,” ungkapnya kepada Mitrapost.com, Rabu (10/3/2021).

Baca juga: Video : Dispertan Pati Ajak Petani Budidayakan Padi M70d

Sejauh ini, terdapat delapan Kelompok Tani di Desa Beketel. Mereka diantaranya Kelompok Tani Gotong Royong, Kelompok Tani Sawung Galing, Kelompok Tani Mulyo Utomo, Kelompok Tani Abadi, Kelompok Tani Sidorukun, Kelompok Tani Barokah, Kelompok Tani Lestari, Kelompok Tani Rahayu, dan yang terbaru baru saja dibentuk adalah Kelompok Tani  Layer Kendeng.

Namun, dari ke delapan kelompok yang ada, hanya empat Kelompok Tani yang terverifikasi dalam e-RDKK Dispertan Kabupaten Pati. Mereka diantaranya, Kelompok Tani Gotong Royong, Kelompok Tani Sawung Galing, Kelompok Tani Barokah, dan Kelompok Tani Lestari.

Hal ini berdampak pada keterbatasan bantuan. Sehingga mempersulit askes subsidi untuk petani.

Baca juga: Tiap TPS Dibatasi 500 Pemilih, Dewan Pati Minta Panitia Taat Aturan

BPP berupaya memudahkan kelompok tani dalam mengurus Kartu Tani. Selain itu, Susilohadi selaku Koordinator BPP Kayen berupaya semaksimal mungkin membukakan akses petani agar memperoleh update informasi dari Simultan.

Di sisi lain, BPP Kecamatan Kayen membantu para petani untuk mengembangkan potensi yang terdapat di Desa Beketel. Seperti komoditas jagung, kacang, dan peternakan.

Mengenai penanganan masalah kesehatan hewan maupun unggas. BPP juga menggandeng Puskeswan untuk menangani permasalahan tersebut.

“Khusus untuk penanganan masalah-masalah peternakan, kami memberikan pelayanan berupa penangana kesehatan bagi hewan ternak”, ujar dr. Ummi Hudaefah selaku dokter hewan Puskeswan BPP Kayen.

Ia menyarankan kepada para peternak supaya manajemen pemeliharaan unggas diperhatikan dengan baik. Terutama dalam menyediakan vaksin. Vaksinasi harus rutin sebulan sekali. (Adv)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

 

Berita Terkait