oleh

Rumah Artefak Blora Atur Display Koleksi Cagar Budaya

Blora, Mitrapost.com Rumah Artefak Blora mendapatkan bantuan dari Balai Pelestarian Situs Manusia Purba (BPSMP) Sangiran dalam menata display koleksi benda cagar budaya. Hal tersebut bertujuan agar selain dapat memberikan akses informasi juga dapat memancing rasa ingin tahu pengunjung.

Pamong Budaya Ahli Muda Museum BPSMP Sangiran, Dody Wiranto, mengatakan sesuai amanah Undang-Undang No 11 tahun 2010 Tentang Cagar Budaya yang menyatakan setiap orang berhak memperoleh dukungan teknis dan/atau kepakaran dari Pemerintah atau Pemerintah Daerah atas upaya Pelestarian Cagar Budaya yang dimiliki dan/atau yang dikuasai.

“Sehingga sesuai dengan sebagian besar koleksi dari tinggalan lingkungan atau budaya manusia purba, maka pemerintah melalui BPSMP Sangiran berkewajiban memberikan bantuan teknis,” kata Dody, Senin (5/4/2021).

Menurut Dody, bantuan teknis khususnya penataan display dapat membantu publik mendapatkaan informasi secara lebih mudah. Selain itu, dengan pemberian label atau poster informasi, tata cahaya yang mendukung, serta alat peraga dan patung rekonstruksi homo erectus progresif diharapkan memberikan nuansa kesenangan dan pengetahuan secara sinergis.

Baca juga: Rumah Bambu Pak Yayak Jadi Wadah Lestarikan Budaya Jawa di Temanggung

Dengan demikian diharapkan Rumah Artefak mampu berperan optimal memberikan edukasi, informasi, dan hiburan kepada publik.

“Harapannya, pertama, kedepan Rumah Artefak menjadi salah satu tujuan kunjungan publik yang ingin memperdalam pengetahuan alam, budaya, dan sejarah manusia. Kedua, Rumah Artefak menjadi pilot project percontohan museum mini yang cukup informatif dan menarik.”

“Ketiga, Rumah Artefak menjadi ruang diskursus berbagai studi ilmu yang akan menguatkan dan memperkaya generasi muda pada pendidikan, budaya, kesenian, dan pariwisata yang menjadi kebanggaan Blora,” harapnya.

Kepala Dinporabudpar Kabupaten Blora, Slamet Pamudji, mengatakan sangat terbantu dengan dukungan dari BPSMP Sangiran.

“Kita selama ini banyak mendapatkan bantuan teknis, ini bukan yang pertama, tapi kita memang ada beberapa kali bantuan teknis yang semacam ini, termasuk bantuan pelatihan pada teman-teman untuk perawatan terhadap temuan-temuan kita. Kita banyak dibantu, terima kasih BPSMP Sangiran,” terangnya.

Dirinya mempunyai keinginan bahwa Rumah Artefak yang ada di Blora adalah sebagai embrio berdirinya museum. Karena memang di perda tentang cagar budaya hal itu merupakan amanat bahwa kita harus punya museum ini.

“Memang target saya ini sebagai embrio museum yang harus kita wujudkan di Blora, baik museum yang cagar budaya yang bisa menampung temuan-temuan cagar budaya semacam ini, maupun museum-museum yang semacam mendokumentasikan peninggalan apapun budaya atau apapun tentang Blora,” jelasnya. (*)

Baca juga: Situs Kubur Batu Wong Kalang Disiapkan Menjadi Wisata Edukasi Budaya

 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Ulfa PS

 

Tentang Penulis: Redaksi

Gambar Gravatar
Redaksi Mitrapost.com

Komentar

Berita Terkait