oleh

70 Calon Petahana Kalah dalam Pertarungan Pilkades Pati 2021

Pati, Mitrapost.com – Sebanyak 40 persen calon kepala desa atau calon petahana tumbang dalam Pemilihan Kepala Desa (Pilkades) serentak tahap pertama tahun 2021. Dari 181 petahana yang mengikuti kontestasi Pilkades 2021, 70 diantaranya gagal terpilih kembali.

“Kecamatan Gunungwungkal, petahana yang kalah Desa Gunungwungkal. Sedangkan Desa Gadu petahana menang,” ujar Kepala Bagian Tata Pemerintahan (Kabag Tapem) Setda Pati, Sukardi kepada Mitrapost.com, Senin (12/4/2021) pagi.

BPKAD Pati

Tingginya calon petahana yang kalah ini, menurutnya merupakan hal yang biasa. Ia menilai, hal itu merupakan indikasi demokrasi di masyarakat berjalan dengan baik. Setiap pemilih berhak memilih calon pemimpinnya.

“Dalam demokrasi yang menentukan adalah suara pemilih,” ungkapnya.

Baca juga: Hasil Pilkades Pati 2021 se-Kecamatan Gabus

Mayoritas kepala desa yang terpilih adalah wajah baru dengan jumlah sebanyak 113 orang. Dengan total keseluruhan desa yang menyelenggarakan Pilkades berjumlah 215 desa.

Sementara itu, mantan kepala Desa yang terpilih sejumlah 11 orang dari 32 orang. Kemudian perangkat desa yang terpilih sejumlah 5 orang dari 18 orang. Selanjutnya, PNS yang terpilih sejumlah 4 orang dari 18 orang. TNI aktif yang terpilih sejumlah 2 orang dari 4 orang.

Kemudian jumlah DPT dari 215 Jumlah DPT dari 215 Desa peserta Pilkades sebanyak 531.654 DPT. Dari total jumlah tersebut pemilih hadir sejumlah 443.212 orang dengan presentase kehadiran 83,36%.

Baca juga: News Grafis : Pilkades Pati Di Tengah Pandemi

Pemilih yang tidak hadir sejumlah 84.400 orang dengan presentase ketidakhadiran 16,64%. Selanjutnya, Jumlah Suara Sah 436.618 dan Jumlah Suara Tidak Sah 8.329.

Pilkades Kabupaten Pati pada tahun ini dinilai beberapa kalangan sukses terselenggara, meskipun ada beberapa konflik namun itu tidak membuat keamanan Kabupaten Pati terganggu.

Namun, penyelanggaraan Pilkades Pati tidak menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Banyak sejumlah TPS di mengalami penumpukan warga yang ingin menggunakan hak suaranya. Hal ini tercipta kerumunan padahal pandemi Covid-19 belum berakhir. (*)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur: Atik Zuliati

Tentang Penulis: Umar Hanafi

Gambar Gravatar
Wartawan

Komentar

Berita Terkait