Pati, Mitrapost.com – Anggota Komisi B Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Pati, Nur Sukarno, memandang pengurangan subsidi pupuk dari pemerintah setiap tahunnya merupakan hal dilematis.
Politisi dari Partai Golongan Karya (Golkar) itu paham betul alasan pemerintah kembali mengurangi subsidi pupuk tahun ini. Selain dituntut menghemat anggaran karena dampak pandemi covid-19, pemerintah juga ingin memupuk kemandirian petani agar meninggalkan pupuk bersubsidi.
“Tujuan pemerintah untuk mengurangi pupuk subsidi supaya petani mandiri, yang kedua pemerintah saat ini memang bertujuan mengurangi bahkan mencabut pupuk subsidi,” jelas Sukarno, Senin (19/4/2021).
“Karena pemerintah menganggap subsidi pupuk masih terlalu besar dan berpeluang diselewengkan,” imbuhnya.
Baca juga: Belum Saatnya Pupuk Bersubsidi Disunat
Sementara di kalangan petani pupuk kimia subsidi masih menjadi instrumen fundamental sebagai penentu keberhasilan panen.
“Semua itu asumsi pemerintah, tetapi realita di grassroot atau masyarakat, dalam hal ini petani, subsidi masih sangat dibutuhkan. Pupuk merupakan faktor produksi pertanian yang masih menentukan keberhasilannya, kalau jatah pupuk dikurangi maka produktifitas akan menurun karena sampai saat ini petani masih sangat tergantung pupuk kimia Urea dan SP.”
Baca juga: Anggaran Berkurang, Realokasi Pupuk Bersubsidi 2021 Dinilai Wajar
Melihat tingginya kebutuhan pupuk di kalangan petani, Sukarno sebetulnya belum rela jika alokasi pupuk subsidi dikurangi. Sebab di berbagai kecamatan juga masih banyak ditemui aduan terkait langkanya pupuk subsidi saat musim tanam.
Kemudian terkait wacana pembatasan penyaluran pupuk bersubsidi hanya untuk petani dengan luasan lahan di bawah satu hektar dianggap Sukarno masih memberatkan petani kecil.
Bila alokasi pupuk dikurangi akan nenimbulkan harga ecer pupuk meningkat sehingga mendampak pada perolehan keuntungan panen karena ongkos produksinya bertambah. (Adv)
Baca juga: Pemerintah Perlu Memperketat Penyaluran Pupuk Bersubsidi
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram
Redaktur: Ulfa PS
Wartawan Area Kabupaten Pati