oleh

Atikoh Ganjar Soroti Sepinya Museum RA Kartini dari Kunjungan Milenial

Rembang, Mitrapost.com – Lakukan tour Museum R.A. Kartini di Kabupaten Rembang, istri Gubernur Jawa Tengah, Hj. Atikoh Supriyanti komentari sepinya minat milenial Rembang untuk mengunjungi tempat bersejarah nan ikonik bagi Kabupaten Rembang tersebut.

Museum ini menyimpan banyak peninggalan sejarah dari pahlawan emansipasi wanita, R.A. Kartini. Di dalamnya terdapat peninggalan bernilai historis seperti, lukisan, foto R, batik R, tulisan, hingga benda-benda yang pernah digunakan R.A. Kartini selama tinggal dan menjadi istri dari Bupati Rembang.

BPKAD Pati

Namun demikian, milenial Rembang seolah abai dengan hal-hal tersebut. Momen peringatan Hari Kartini seolah hanyalah sebatas seremonial belaka. Karena sebagai bagian dari masyarakat Kabupaten Rembang, bahkan untuk sekedar berkunjung ke Museum R.A. Kartini saja minatnya bisa dibilang sangat kurang.

Baca juga: Pemda Rembang Berpeluang dapat 10 Persen Saham Eksplorasi Migas

Tidak hanya Museum R.A. Kartini, makam pahlawan nasional yang terletak di Kecamatan Bulu itu di hari-hari biasa juga terpantau sepi pengunjung.

Saat ditemui usai tour museum pada Rabu (21/4/2021) kemarin, Atikoh menyebut tidak sepenuhnya bisa mengatakan minat milenial Rembang terhadap peninggalan sejarah di Rembang sangat kurang. Mengingat saat-saat ini masih dalam keadaan pandemi dan sebisa mungkin membatasi aktivitas di luar rumah.

“Ya karena ini masa pendemi ini ya, dan sebisa mungkin harus membatasi mobilitas, menjaga jarak,” ujarnya.

Atikoh menambahkan, untuk meningkatkan minat milenial terhadap peninggalan-peninggalan sejarah di Rembang mungkin bisa dikaji kembali strateginya. Agar setelah pandemi ini berlalu, semakin banyak masyarakat, lebih khusus milenial Rembang yang mau berkunjung ke Museum atau berziarah ke makam R.A. Kartini.

Baca juga: Museum RA Kartini Rembang, Dapatkan Dana Alokasi dari Dirjen Kebudayaan

Di luar itu, ia berharap agar minat belajar milenial Rembang tidak pernah surut. Ia juga berharap agar anak-anak milenial memiliki kesadaran literasi yang tinggi.

“Kalaupun mungkin ziarahnya berkurang, tapi minat belajar dari anak-anak muda tentang sejarah Kartini, pola pikir beliau, tentang gagasan-gagasan beliau itu bisa menginspirasi,” ucapnya.

Komentar

Berita Terkait