Rembang, Mitrapost.com– Pengosongan ruko yang berada di depan masjid Lasem telah dilakukan oleh sejumlah pedagang di sana.
Pengosongan yang ada merupakan persiapan dalam proses pembangunan alun-alun Lasem yang akan berlangsung dalam waktu dekat.
Menurut Sabarudin, pedagang bakso di alun-alun Lasem menjelaskan, pengosongan ruko sudah berlangsung selama satu Minggu. Terkait waktunya, pengosongan pedagang diberikan rentan waktu dari tanggal 1 sampai 15 Juni.
Baca Juga: Memasuki Kemarau, Petani Garam Rembang Mulai Garap Lahan
Sedangkan terkait tempat relokasi yang sudah disediakan, menurutnya itu tidak layak. Ia lebih memilih mengontrak ruko sebagai alternatif untuk jualan baksonya daripada menempati kios yang disediakan.
“Saya ndak makai kios yang sudah disediakan soalnya tidak memadai. Peralatan jualan saya ndak bisa masuk untuk ukuran kios yang tersedia. Peralatan saya ukurannya 175 cm x 150. Sedangkan lapak tang tersedia cuma 150 x 200 cm. Yang disini saja ini sudah sumpek padahal ini ukuran 250 x 300 cm,” jelasnya
Sabarudin yang berjualan bakso lebih dari 10 tahun itu melanjutkan, selain dirinya ada beberapa pedagang lain yang tidak mau menempati kios yang disediakan.
Baca Juga: Memasuki Kemarau, Petani Garam Rembang Mulai Garap Lahan
Alasanya sama, yaitu tidak memadai. Kios sementara yang disediakan totalnya ada 93 sedang pedagang yang direlokasi totalnya ada 137.
Di lain pihak, PLT kepala bagian Dinindakop Rembang, Setyo Budi mengatakan jumlah yang ada merupakan jumlah yang diajukan pedagang sendiri. Dan baginya, pihak dinas hanya menindaklanjuti dari jumlah yang diajukan tersebut.
“Itu mereka sendiri yang minta. Setiap yang direlokasi ada 93. Setelah pendataan. Anggaran kita juga terlalu mepet. Dan itu tidak semuanya ikut. (Data) Itu sudah dari pedagang sendiri,” Ungkapnya
Baca Juga: Angka Covid-19 Naik, Jumlah Nakes Rembang Masih Mencukupi
Budi juga menjelaskan tentang rencana relokasi telah berlangsung sejak tanggal 10 kemarin. Namun sampai saat ini, ruko yang berada di Terminal Lasem tersebut masih terlihat kosong.
“Kemarin, tanggal 10 kita sudah mulai. Untuk penataan. Sampai minggu kemarin saya cek lokasi masih belum ada relokasi. Katanya mulai hari ini yang katanya diisi dikit-dikit,” tambahnya
Selain itu ia juga menjelaskan target yang akan dilakukan pihak dinas. Salah satu target berupa eksekusi yang akan berlangsung pada bulan depan.
“Pengosongan dimulai hari ini, tapi diberi toleransi jumat depan. Jadi kita satu minggu sebelum akhir bulan kita sudah pelaksanaan eksekusi lahan itu. Jadi satu Juli sesuai jadwal bersih,” pungkasnya (*)
Baca Juga:
- Angka Covid-19 Naik, Jumlah Nakes Rembang Masih Mencukupi
- Wabup Rembang Minta Masyarakat Tak Remehkan Lonjakan Covid-19
- Dinindagkop UKM Rembang Gelar Pelatihan Wirausaha untuk Para Santri
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram
Redaktur: Mila Candra