oleh

Dinindagkop UKM Rembang Gelar Pelatihan Wirausaha untuk Para Santri

Rembang, Mitrapost.com – Dinas Perindustrian Perdagangan dan UKM (Dinindagkop UKM) Kabupaten Rembang menggelar pelatihan wirausaha untuk para santri di Kabupaten Rembang, hari ini, Kamis (10/6/2021).

Bertajuk “Kegiatan Pendidikan SDM Usaha Mikro Dalam Satu Daerah Kabupaten Kota”, kegiatan tersebut berlangsung selama 4 hari di Gedung Hemat dan diikuti oleh sebanyak 29 santri dari berbagai pesantren.

BPKAD Pati

Kegiatan tersebut sudah memasuki hari ketiga dengan materi pelatihan proses pembuatan kopi kekinian ala coffee shop. Dinindagkop menggandeng beberapa barista profesional di Kabupaten Rembang untuk menjadi mentor pelatihan. Antara lain dari Kafe Mlete, Barix Cafe, Kedai Kopi Cawis, dan Kedai Kopi Tropic.

Baca juga: Pemkab Rembang Minta FKUB dan FPK Bantu Sosialisasikan Bahaya Covid-19

Sementara pada pertemuan sebelumnya sudah dilakukan pemaparan terkait dengan manajemen wirausaha dah manajemen pemasaran. Untuk materi hari terakhir besok, Jumat (11/6/2021) yaitu praktik pengolahan kopi secara tradisional.

Ida Hayu selaku Kabid Koperasi Dinindagkop UKM Rembang menjelaskan, untuk sementara segmentasi pelatihan memang baru difokuskan pada pengolahan kopi. Menurutnya, minat masyarakat Rembang terhadap kopi terbilang sangat tinggi. Lebih-lebih belakangan populasi kedai kopi kekinian semakin menjamur. Oleh karena itu, para santri disiapkan agar kelak setelah keluar dari pesantren soft skill dalam pengolahan kopi bisa diaplikasikan untuk bersaing di pasar kerja.

“Kenapa santri? Karena santri ini bisa jadi wirausahawan baru, setelah lulus pondok nanti bisa membuka lapangan kerja baru. Nanti terserah mereka mau usaha di kopi modern atau kopi tradisional,” terang Ida kepada Mitrapost.com.

Dalam kesempatan yang sama, Wakil Bupati (Wabup) Rembang, Hanies Cholil Barro’ menyampaikan apresiasinya terhadap pihak penyelenggara dan para santri yang terlibat. Ia berharap dengan mengikuti kegiatan ini, pengetahuan para santri tentang dunia kopi semakin bertambah dan soft skill-nya lebih terasah. Lebih dari itu, ia berharap bekal tersebut nantinya bisa diaplikasikan para santri saat memasuki dunia kerja.

“Ini tentu sejalan dengan program pemerintah untuk mengurangi angka pengangguran,” tegasnya.(Adv)

Baca juga: 

Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram

Redaktur : Atik Zuliati

Komentar

Berita Terkait