Semarang, Mitrapost.com – Wilayah dengan zona merah di Jawa Tengah mulai berkurang. Hal tersebut diungkapkan oleh gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo.
Sebelumnya terdapat 25 kabupaten/kota yang masuk dalam zona merah, namun saat ini sudah menurun menjadi 19 kabupaten/kota yang berstatus zona merah.
“Sekarang hanya 19 kabupaten/ kota yang masuk kategori zona merah. Yakni Klaten, Kota Semarang, Purworejo, Kendal, Batang, Kabupaten Semarang, Banjarnegara, Temanggung, Wonosobo, Brebes, Pati, Rembang, Kota Pekalongan, Sukoharjo, Kebumen, Kota Tegal, Pemalang, Karanganyar, dan Sragen,” kata Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo, usai rapat evaluasi penanganan Covid-19, di kantornya, Senin (12/7/2021).
Beberapa wilayah yang masih memiliki kasus aktif tertinggi diantaranya adalah kota Semarang, Klaten, Banjarnegara, Kendal, dan Kebumen.
“Sementara untuk kasus baru tertinggi terdapat di Semarang, Pemalang, Kendal, Klaten, dan Banjarnegara,” imbuhnya.
Sedangkan, untuk bed occupancy rate (BOR) di wilayah Jateng, sudah mulai membaik. Dimana saat ini, BOR di rumah sakit sudah menurun di angka 77,83 persen. Sedangkan BOR di tempat isolasi terpusat menurun di angka 85,07 persen.
“BOR-nya membaik. Kemarin kita sempat deg-degan, maka saya minta teman-teman bupati/wali kota menambah ICU dan isolasi. Sekarang sudah membaik, tapi saya tetap meminta dilakukan penambahan dan dibuat skenario dukungan rumah sakit darurat,” ucapnya.
Ganjar juga menanggapi terkait pasokan oksigen dan obat- obatan. Ia pun telah berkoordinasi dengan pihak- pihak terkait.
“Selain itu kami juga meminta mereka mengisi aplikasi Jateng Oksigen Stock System (JOSS). Tadi saya juga rapat dengan seluruh pemangku kepentingan terkait oksigen, agar semua bekerja sama untuk memenuhi,” jelasnya.
“Saya sudah WA Pak Menkes agar ditambah. Ya siapa tahu obat-obatan itu manjur dan mengurangi angka kematian,” pungkasnya. (*)
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram
Redaktur: Mila Candra
Redaksi Mitrapost.com






