Pati, Mitrapost.com – Bila di awal pandemi Covid-19 tahun 2020 angka kehamilan di Pati meningkat. Tahun ini angka kehamilan ibu justru menurun sebesar 3 persen jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu.
Informasi ini dilansir oleh Kasi Kesga Gizi Dinas Kesehatan Kabupaten (DKK) Pati Kasriyatun saat ditemui di ruang kerjanya, Sabtu (17/7/2021).
Kasriyatun menuturkan, menurut survey DKK Pati, angka kehamilan ibu sejak Bulan Januari hingga Juni tahun 2020 dari 17.658, sasaran ada 9.556 ibu yang hamil atau sekitar 50,65 persen.
Sementara pada periode yang sama di tahun 2021 dari sasaran 19.195 ibu, diketahui ada 9.210 ibu hamil atau sekitar 47,98 persen.
Diduga, menurunnya angka kehamilan di masa pandemi ini, disebabkan karena lonjakan angka kasus Covid-19 di Kabupaten Pati.
Para ibu enggan bersalin ke rumah sakit lantaran takut terpapar Covid-19. Sehingga memilih menjalankkan program Keluarga Berencana (KB).
“Menurun 3 persen. Saat ini mungkin calon ibu takut hamil karena bersalin saat Covid sulit mencari ruang dan takut dicovidkan,” ungkap Kasriyatun kepada Mitrapost.com.
Lebih lanjut ia menegaskan bahwa isu orang datang ke rumah sakit sengaja di Covidkan oleh petugas untuk tujuan tertentu adalah hoax.
“Kita Tes saja berlapis. Ada swab antigen, jika positif masih di PCR kalau positif juga ditindaklanjuti ada penanganan khusus ibu hamis terpapar covid. Ada ruang isolasi persalinan. Sudah ada banyak RS yang menyiapkan ruang isolasi,” ungkapnya.
Kasriyatun memastikan bahwa tempat bersalin dan ruang isolasi persalinan di berbagai Fasilitas Layanan Kesehatan di tingkat kota maupun kecamatan masih tersedia.
“Insya allah sejak PPKM darurat sudah kita monev di RS sudah banyak yang menyediakan ruang isolasi persalinan dan OK (operatie kamer/ruang operasi),” tandasnya. (*)
Jangan lupa kunjungi media sosial kami, di facebook, twitter dan instagram
Redaktur: Mila Candra
Wartawan Area Kabupaten Pati