Pati, Mitrapost.com – Kepala Bidang (Kabid) Kebudayaan Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kabupaten Pati mengatakan Program Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) tahun 2021 banyak angkat di bidang Ketoprak.
“Tahun ini yang paling banyak kita angkat Kethoprak. Karena kethoprak menjadi ikon Kabupaten Pati,” kata Paryanto kepada mitrapost.com saat ditemui di kantornya, Rabu (8/9/2021).
Sementara itu, Paryanto menjelaskan regenerasi ketoprak di Kabupaten Pati tidak jalan dengan semestinya. Grup ketoprak di Kabupaten Pati sendiri terbilang cukup banyak.
“Grup ketoprak Pati banyak, grupnya sekitar 50 sekian. Tapi jumlah seniman ketopraknya tidak banyak. Yang banyak malah orang dari luar Pati,” jelasnya.
Adapun grup ketoprak yang terkenal di Pati, seperti Wahyu Manggolo, Sapta Mandala, Cahyo Mudho, dan masih banyak lagi.
Ia menegaskan seniman yang ada di Kabupaten Pati sangat minim, sedangkan kebanyakan seniman grup ketoprak berasal dari luar kabupaten Pati. “Grupnya grup Pati, tapi pemainnya banyak yang dari luar Pati,” imbuhnya.
Dari Dindikbud meminta bantuan seniman untuk melatih anak-anak di sekolah. Diantaranya adalah mengajarkan cara memainkan musik dan lain sebagainya.
“Supaya tidak mati atau senimannya tidak habis. Kami minta bantuan seniman untuk melatih anak-anak di sekolah. Mengajarkan cara menari, teater, penulisan naskah, sejarah, dan masih banyak lagi,” ucapnya.
Dengan cara tersebut, anak-anak bisa tahu tentang kesenian ketoprak, cara main, cerita, cara memainkan gamelan, dan lain sebagainya. Dimana zaman sekarang, anak-anak SD dan SMP masih banyak yang tidak mengetahuinya.
“Dengan adanya GSMS ini. Alhamdulillah, sudah mulai tumbuh generasi-generasi muda baru yang mengenal dan mau berlatih kesenian tradisional,” terangnya. (*)

Wartawan Mitrapost.com






