oleh

Waspada Covid-19 Varian MU, Dinkes Pati: Lebih Ganas daripada Varian Delta

Pati, Mitrapost.com – Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Pati meminta kepada masyarakat untuk terus waspada dengan virus Corona. Meskipun angka kasus positif Covid-19 sudah turun, namun ada varian yang baru ditemukan ditemukan di 48 negara.

Varian yang bernama varian MU (B.1.621) ini diyakini lebih ganas daripada varian Delta yang menyebabkan gelombang tsunami Covid-19 pada akhir bulan Juni dan bulan Juli lalu.

Pbb - Mitrapost.com

Banner Bphtb - Mitrapost.com

“Kalau varian Delta itu penyebarannya satu orang bisa 15 orang, (varian) MU ini bisa lebih banyak lagi,” ujar Kepala Bidang Pencegahan dan Pengendalian Penyakit (Kabid P2P) Dinkes Kabupaten Pati Joko Leksono Wibowo saat ditemui di Pendopo Kabupaten Pati, Rabu (15/9/2021) kemarin.

Baca Juga :   Wartawan Pati Diminta Sebarkan Narasi Positif

Varian ini memang belum ditemukan di Indonesia. Namun, pihaknya berharap masyarakat tak abai dan tetap menerapkan protokol kesehatan (prokes) sampai keadaan dinyatakan aman. Meskipun masyarakat sudah divaksinasi.

“Di Solo pun yang vaksinasinya sudah 80 persen, mereka tetap (menerapkan) protokol kesehatan. Memakai masker, dengan jaga jarak. Tetap,” ungkap Joko.

Covid-19 varian MU pertama kali diidentifikasi di Kolombia. Varian ini sudah menjadi perhatian Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) sejak 30 Agustus 2021. WHO telah menambahkan varian ini ke daftar Variant of Interest (VOI).

Joko mengatakan, orang yang terkena Covid-19 dengan varian ini tidak mempunyai gejala Covid-19 pada umumnya. Hal inilah yang membuat varian ini cepat menyebar hingga sudah ditemukan di 48 negara dalam waktu singkat.

Baca Juga :   Menanti Keberangkatan, DPRD Jateng Minta Calon TKI Polandia Pertajam Bahasa Asing

“Ndak panas. Tetapi kalau dites, positif Covid-19,” kata Joko.

Varian ini mempunyai kemampuan untuk menurunkan efektivitas vaksin. MU memiliki kemampuan untuk menghindari sistem imunitas atau sistem kekebalan dari tubuh sehingga efektivitas dari vaksin yang diberikan akan menurun.

Pemerintah pun tengah mengupayakan agar varian ini tidak masuk ke wilayah Indonesia. Pemerintah khawatir, varian ini memicu terjadinya gelombang tsunami Covid-19 kembali. (*)

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Diskominfo Pati Gelar Pertunjukan Ketoprak Virtual Dalam Upaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Komentar

Berita Terkait