oleh

Pemprov Jateng Bantu Pembangunan Perumahan di 6 Daerah

Semarang, Mitrapost.com – Pemerintah provinsi Jawa Tengah sedang membantu pembangunan perumahan di enam daerah. Upaya tersebut dilakukan untuk mengurangi angka backlog atau selisih antara kebutuhan dan persediaan perumahan.

Hal itu disampaikan Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo, saat membuka acara Peningkatan Kapasitas Pemerintah Daerah Melalui Pembelajaran Horizontal yang diadakan Bappenas, via virtual di Semarang, Senin (18/10/2021).

Pbb - Mitrapost.com

Banner Bphtb - Mitrapost.com

Bantuan pembangunan perumahan melalui Dinas Perumahan Rakyat dan Kawasan Permukiman (Disperakim) Jateng tersebut, berada di Kabupaten Cilacap, Brebes, Kendal, Purbalingga, Jepara, dan Kota Magelang.

“Kami cukup bangga, karena banyak partisipasi masyarakat muncul ketika kawan-kawan di dinas terkait (Disperakim Jateng) mendorong agar rakyat kita punya rumah. Ternyata effort-nya (upaya) bagus,” kata Ganjar.

Baca Juga :   Kurangi Kerumunan, Ganjar Minta Tempat Vaksinasi Diperbanyak

Ditambahkan, pemprov pun berikhtiar dengan memberikan bantuan sosial yang bersifat stimulan. Disperakim, kata Ganjar, telah kreatif melakukan program Jateng Gayeng Mbangun Omah Bareng, Tuku Lemah Oleh Omah. Yaitu Jateng membangun rumah bersama masyarakat dan stakeholder untuk membeli tanah untuk mendapatkan rumah. Sasarannya mengurangi backlog rumah sejumlah 419 ribu.

Meski masih banyak dan tentu tidak mudah, pemprov akan secara bertahap dengan upaya replikasi dan rasa optimistis mengintervensi, sehingga mengurangi beban masyarakat. Adapun sasaran dari program ini, yaitu warga miskin yang belum punya rumah.

“Jateng memfasilitasi pembelian tanah melalui kredit mikro BPR BKK Jateng, memfasilitasi pembentukan kelompok masyarakat (pokmas) untuk penyiapan pembangunan rumah, memfasilitasi pembangunan rumah melalui Bantuan Sosial Stimulan Rumah Sederhana Sehat atau Pembangunan Rumah Baru,” terangnya.

Baca Juga :   Rawan Bencana, Purworejo Lakukan Mitigasi Awal

Kepala Disperakim Jateng Arief Djatmiko mengatakan, programnya mengintegrasikan antara program pusat, program provinsi, program kabupaten/ kota, serta potensi masyarakat melalui CSR dan baznas.

“Jawa Tengah mulai tahun 2020, dan 2021 sudah memulai, tapi sifatnya stimulan yang mungkin akan menjadi replikasi terhadap progam di masyarakat. Contohnya di Jawa Tengah tahun ini, ada enam kabupaten yang melakukan pembangunan mandiri dan pembangunan komunitas,” terangnya di lokasi acara.

Seperti di Cilacap, bantuan ini menyasar pada komunitas pembuat gula Jawa, sebanyak 28 rumah. Di daerah tersebut telah tercipta kolaborasi yang baik. Misalnya, bantuan Pemerintah Provinsi Jateng berupa struktur bangunannya adalah Rumah Unggul Sistem Panel Instan (Ruspin) yang tahan gempa, dinding keliling, rangka atap dan penutupnya, dinding keliling kamar mandi, instalasi air bersih, air kotor dan listrik, serta upah tenaga padat karya untuk tiga orang selama enam hari. Kolaborasi lain bersama Dispermades Jateng, berupa pembangunan makadam jalan dan drainase.

Baca Juga :   Dorong Peningkatan Sinergi, Aplikasi Simtramtibum Linmas Diluncurkan

Dukungan dari pemerintah kabupaten berupa jalan aspal dan RTH, swadaya masyarakat berupa plester lantai, pembatas ruangan, plester dinding, pintu dan jendela. Dukungan pihak ketiga yaitu struktur bangunan musala, jaringan listrik serta Baznas adalah finishing musala. (*)

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Diskominfo Pati Gelar Pertunjukan Ketoprak Virtual Dalam Upaya Tekan Peredaran Rokok Ilegal

Komentar

Berita Terkait