Rembang, Mitrapost.com – Kasus Covid-19 di Kabupaten Rembang alami penurunan. Meski turun, Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Rembang tetap sediakan fasilitas rujukan. Hal tersebut sebagai bentuk pencegahan gelombang kedua yang masih ada hingga hari ini.
Saat ini, tren nasional terkait dengan gelombang kedua Covid-19 telah berada di titik terendah. Akan tetapi, upaya pencegahan masih terus dilakukan.
Berdasarkan data Dinkes Kabupaten Rembang, kasus Covid-19 di Kabupaten Rembang per hari ini tercatat ada 5 kasus meninggal, 1 pasien isolasi di Rumah Sakit, dan 4 pasien lainnya menjalani isolasi mandiri.
Kepala Dinkes Kabupaten Rembang, dr. Ali Syofi’i menyatakan penanganan Covid-19 dilakukan melalui tiga tahapan yaitu, pencegahan, penanganan, dan pengendalian.
“Memang untuk tren Covid-19 sendiri sudah mengalami penurunan, akan tetapi kami terus berupaya untuk melakukan pencegahan. Selain vaksinasi yang terus dilakukan di berbagai wilayah, kami juga menambah fasilitas rujukan untuk pasien covid-19 sebagai jaga-jaga jika mengalami lonjakan kasus seperti beberapa waktu lalu.” ujar dr. Ali Syofi’i kepada Mitrapost.com, Senin (1/11/2021).
Perlu diketahui, terdapat tiga fasilitas rujukan utama untuk penanganan Covid-19 di Rembang, yaitu RSUD dr Soetrasno, RSU Bhina Bhakti Husada, dan RSI Arafah.
Meskipun ketiga RS rujukan tersebut sudah cukup aman dari pasien Covid-19. Dinas Kesehatan masih mengupayakan ketersediaan kamar tidur khusus untuk pasien terkonfirmasi Covid-19.
Selain fasilitas rujukan berupa RS, Dinkes Kabupaten Rembang pun menambah fasilitas rujukan di Pusat Kesehatan Masyarakat (Puskesmas) untuk menampung pasien yang rawat inap.
“Kami juga menambahkan puskesmas yang ada rawat inapnya untuk dijadikan fasilitas rujukan. Jadi, nantinya puskesmas tersebut ditujukan untuk pasien yang terkonfirmasi dan belum bisa melakukan isolasi mandiri, sementara dirujuk ke sana”, ungkap Ali.
Meskipun fasilitas rujukan terus ditambah, Dinkes Kabupaten Rembang terus berharap agar kasus pandemi segera berakhir.
Ia juga berharap masyarakat juga tetap mematuhi protokol kesehatan (prokes) yang ada, sehingga tren pandemi Covid-19 nantinya semakin mengalami penurunan dan aktivitas yang masih terhambat bisa berjalan normal kembali. (*)






