Jakarta, Mitrapost.com – Tindakan Detasemen Khusus 88 (Densus 88) Antiteror Polri menyita ratusan kotak amal masjid di Lampung beberapa waktu lalu mendapat kritikan dari politisi Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra), Fadli Zon.
Menurut Fadli, Densus 88 hanya sibuk menyita kotak amal yang diduga untuk mendanai kepentingan kelompok teroris. Fadli juga menganggap bahwa langkah yang diambil Densus 88 dalam menangkap terduga teroris tidak ada maksud dan tujuan yang jelas.
“Hampir tiap hari tangkap teroris, apa yang diteror? Mau teror siapa? Kalau di luar negeri biasanya teroris ngaku apa tujuan dan kehendaknya. Ini malah melawan kotak amal dan kurma. Uruslah ‘KKB’ di Papua,” ujar Fadli dalam cuitannya di akun Twitter @fadlizon, Selasa (9/11/2021).
Anggota Komisi I Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) RI itu juga mengusulkan agar Densus 88 dibubarkan. Fadli menyebut, pemberantasan terorisme harus dilakukan secara serius, bukan hanya framing untuk dijadikan sebagai komoditas.
“Narasi semacam ini tak akan dipercaya rakyat lagi, berbau Islamifobia. Dunia sdh berubah, sebaiknya Densus 88 ini dibubarkan saja. Teroris memang harus diberantas, tapi jgn dijadikan komoditas,” tulis Fadli, Rabu (6/10/2021).
Kritikan tersebut terus dimunculkan Fadli setelah Densus 88 menyita ratusan kotak amal milik yayasan amal bernama LAZ ABA dalam operasi penangkapan terhadap sejumlah tersangka dugaan kasus terorisme.
Dalam penangkapan itu, terdapat tiga tersangka yang diamankan. Mereka merupakan sejumlah petinggi di yayasan LAZ ABA.
Menurut Kepala Bagian (Kabag) Bantuan Operasi Densus 88, Kombes Aswin Siregar mengatakan bahwa jaringan Jamaah Islamiyah (JI) menggunakan bisnis kurma untuk mendanai aktivitas terorisme. Pendapatan dari bisnis kurma didistribusikan ke LAZ ABA.
“Seperti wakaf produktif kebun kurma seluas kurang lebih 4 hektare di lampung yang dikelola S, hasil panen dimasukkan dalam hasil pendapatan ABA pusat,” ungkap Aswin kepada awak media. (*)
Artikel ini telah tayang di cnnindonesia.com dengan judul “Fadli Zon Kritik Densus 88 Hanya Lawan Kotak Amal dan Kurma”.
Redaksi Mitrapost.com






