oleh

Ulat Grayak Jadi Hama Yang Cukup Susah Dikendalikan

Rembang, Mitrapost.com – Musim tanam pertama, petani jagung diminta untuk waspada serangan ulat grayak. Dinas pertanian dan pangan kabupaten Rembang menilai, perkembangbiakan ulat grayak sangat sulit dideteksi.

Ulat grayak merupakan salah satu hama yang cukup sulit dibasmi, terutama pada tanaman jagung. Dinas pertanian dan pangan kabupaten Rembang menilai, sulitnya mengendalikan hama ini dikarenakan perkembangbiakannya di malam hari.

“Masalahnya ulat grayak itu kan berkembangbiak di malam hari sedangkan petani baru memulai aktivitasnya pada pagi hari,” ujar Desti Muryadi Kabid TPH Dispertan Kabupaten Rembang pada Rabu (01/12/2021).

Ulat grayak berkembangbiak dengan cara bertelur di pangkal daun jagung bagian bawah. Mereka bertelur pada malam hari dan akan bersembunyi di pagi harinya. Sehingga hal tersebut dapat mengecoh para petani.

Baca Juga :   Akibat Covid, Perancang Busana Merugi Karena Pembatalan Pesanan

Diperkirakan ulat grayak dapat berkembangbiak dengan cepat, karena pada malam hari petani jarang ada yang mengamati sawah mereka. Sehingga tidak ada hambatan bagi ulat grayak berkembang biak.

“Kalau disini itu kan petani biasanya baru mulai ke sawah di pagi hari, pada saat matahari terbit ulat grayak itu masuk ke dalam batang pohon,” ujar Desti Muryadi saat ditemui di kantornya.

Dengan adanya musim tanam Yang sebentar lagi akan menemui puncaknya, petani terutama yang akan menanam jagung diminta untuk waspada terhadap serangan hama ini.

Apalagi penyemprotan pestisida juga dinilai kurang efektif, pasalnya ketika di pagi hingga sore hari ulat grayak ini bersembunyi di batang pohon. Jika diketahui, perkembangbiakan ulat grayak yang sudah merusak, diharapkan masyarakat dapat segera melaporkannya ke petugas pengamat.

Baca Juga :   Lebih dari 1 Tahun Berjalan, Pemerintah Kesulitan Tangani Covid-19

Dinas Pertanian dan Pangan melalui Kabid Tanaman Pangan dan Hortikultura, Desti Muryadi menghimbau agar masyarakat dapat melakukan pengamatan dini terhadap sawah mereka, terutama bagi petani jagung.

“Memang karena pengendaliannya yang cukup susah kami harap para petani jagung bisa lebih waspada dan mengamati sejak dini jika memang sudah ada unsur eksplosif kami harap untuk segera melapor kepada petugas pengamat di lapangan” tegas Desti kepada Mitrapost.com. (*)

Jangan lupa kunjungi media sosial kami

 

Komentar

Berita Terkait