oleh

Replika Jembatan Lengkung Merah Kendal Diresmikan

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Kendal, Mitrapost.com – Replika Jembatan Lengkung Merah yang digunakan sebagai ruang terbuka hijau di Kendal telah diresmikan.

Fasilitas umum ruang terbuka hijau yang berlokasi di RT 02/RW 03 Desa Bojonggede, Kecamatan Ngampel, diresmikan Bupati Kendal Dico M Ganinduto pada Minggu (12/12/2021).

Apresiasi disampaikan bupati kepada kepala desa, para perangkat desa dan seluruh masyarakat Desa Bojonggede, yang telah membuat replika Jembatan Lengkung Merah sebagai ruang terbuka hijau.

“Karena bukan hanya sekadar meningkatkan ekonomi kreatif, namun juga menjadi suatu kebanggaan bahwa Kendal memiliki jembatan tersebut,” ungkap Dico.

Bupati berharap, apa yang sudah dilakukan dan diikhtiarkan oleh Pemerintah Desa Bojonggede harus bisa dilestarikan dan dimanfaatkan untuk meningkatkan perekonomian masyarakat, sehingga bisa lebih meningkatkan kesejahteraan masyarakat.

Baca Juga :   Sertifikasi Laik Sehat Olahan Makanan Sangat Penting

Disampaikan, pihaknya akan selalu men-support destinasi-destinasi wisata yang ada di Kabupaten Kendal, dan tentunya dalam masa pandemi masyarakat juga harus tetap menjaga protokol kesehatan.

Pada kesempatan tersebut, bupati mengajak masyarakat bersama-sama membangun bersama, untuk kemajuan Kabupaten Kendal.

Menurutnya, jika masyarakatnya kompak, pemerintahnya juga kompak. Maka, ia yakin dalam jangka waktu dekat, Kendal akan lebih baik dan masyarakatnya bisa lebih sejahtera.

Kepala Desa Bojonggede Didik Hariwan menjelaskan, fasilitas umum ruang terbuka hijau di Desa Bojonggede dibangun untuk memberikan ruang terbuka bagi masyarakat.

“Ruang terbuka hijau dengan replika jembatan pelengkung ini kami buat, mengingat Desa Bojonggede wilayahnya kecil, sehingga pasti dibutuhkan oleh masyarakat,” ujarnya.

Baca Juga :   Kegiatan Padat Karya TA 2021 Kendal Dipusatkan di Desa Jungsemi

Disampaikan, ruang terbuka hujau tersebut diberi nama “Cokro Bahu”, yang diambil dari nama dari salah satu Tumenggung Mataram dan nama Bupati Kendal sejak zaman Kerjaan Mataram, agar para generasi muda Kendal bisa terus mengingat jasa-jasa para pendahulu yang sudah berjuang.

Diketahui, dalam acara peresmian tersebut juga digelar pameran pohon bonsai, dengan menggandeng para pemuda dan para pelaku UMKM Desa Bojonggede dan sekitarnya, sebagai bentuk dukungan memulihkan ekonomi bagi masyarakat di masa pandemi. (*)

 

Komentar