Pati, Mitrapost.com – Pemerintah Kabupaten Pati melalui Dinporapar Pati, pada tahun depan akan mengoptimalkan 25 desa wisata baru untuk mempercepat kebangkitan ekonomi daerah di masa pandemi Covid-19.
Berbeda dengan destinasi wisata biasa, dengan mengedepankan suasana alam, budaya, dan keunikan, setiap daerah diharapkan mempunyai nilai lebih yang mampu menarik para wisatawan dari dalam maupun luar daerah.
“Selain wisata yang dimiliki Pemkab kita juga mencanangkan 25 desa wisata. Ada wisata Jrahi, Gua Wareh, Pangonan dan lain-lain,” ungkap Rekso Suhartono, Kepala dinas Keoemudaan, Olahraga, dan Pariwisata (Dinporapar) Kabupaten Pati kepada saat ditemui di kantornya hari ini, Rabu (29/12/21).
Rekso menerangkan, untuk pengelolaan desa pariwisata, utamanya pemerintah desa bisa menganggarkan dari anggaran dana desa yang didapat masing-masing wilayah.
Sementara, Dinporapar Pati melakukan pendampingan dan pembinaan terkait managemen dan promosi untuk menambah daya tarik pengunjung.
Dengan pengelolaan yang baik, desa wisata diharapkan mampu berkontribusi terhadap Pendapatan Asli Desa yang kemudian dimanfaatkan untuk menyejahterakan desanya masing-masing. Terlebih, desa wisata bisa membuka lapangan pekerjaan baru bagi masyarakat sekitar.
“Nanti konsepnya kerja sama dengan desa dan Pokdarwis. Mereka berinisiatif untuk desa wisata untuk memberikan PAD Kita bantu membina, fasilitasi supaya desa mempunyai daya tarik pariwisata sehingga menjadi pendapatan desa itu sendiri,” terang Rekso.
Rekso mengatakan, tak mudah merilis desa wisata, utamanya di masa pandemi. Kedepan, akan ada berbagai tantangan yang harus ditempuh oleh pengelola. Baik dari persaingan promosi maupun dengan desa wisata lain, termasuk kelengkapan fasilitas tempat. (*)
Wartawan Area Kabupaten Pati






