Rembang, Mitrapost.com – Meski dinilai tidak menyehatkan, nyatanya minyak goreng curah masih menjadi andalan sebagian besar masyarakat.
Nyoto Prayitno salah seorang pedagang sembako di Pasar Kota Rembang mengungkapkan, meski saat ini harga untuk minyak goreng kemasan jauh lebih murah, nyatanya di awal Februari 2022 ini, minyak goreng curah yang ia jual masih terjual bahkan laku habis oleh pelanggannya.
Meski sejumlah penelitian mengatakan minyak goreng curah dinilai tidak menyehatkan, akan tetapi di pasaran masih banyak yang lebih memilih untuk membeli minyak goreng tersebut dibandingkan minyak goreng dalam kemasan.
Nyoto mengatakan, pelanggan minyak goreng curah di tokonya merupakan kalangan dengan rentang usia 45 tahun ke atas. Sebagian besar masyarakat yang sudah lanjut usia masih memilih menggunakan minyak goreng curah untuk kebutuhan dapur mereka.
“Kalau pelanggan banyaknya yang usia 45 tahun ke atas. Ya 45-50 tahunan lah, usia lansia,” ungkapnya.
Ketertarikan sebagian masyarakat akan minyak goreng curah nyatanya bukan tanpa alasan. Sebelum kebutuhan pokok terutama minyak goreng melambung tinggi, harga minyak goreng curah memang jauh lebih ekonomis dibandingkan minyak goreng dalam kemasan.
“Kalau dulu sebelum harga naik, bedanya Rp2.000an antara yang premium (dalam kemasan) sama curah,”kata Nyoto.
Perbedaan harga tersebut juga dikarenakan adanya perbedaan kualitas antara minyak goreng curah dengan minyak goreng premium atau minyak goreng dalam kemasan. Dari segi kualitas minyak goreng dalam kemasan terlihat lebih jernih daripada minyak goreng curah.
“Kalau perbedaan ya ada lah, jauh lebih jernih (minyak goreng kemasan) daripada yang curah,” imbuhnya.
Meskipun terlihat perbedaan dari kedua jenis minyak goreng tersebut, akan tetapi sebagian masyarakat masih memilih membeli minyak goreng curah tersebut. Hal itu disebabkan karena konsumen bisa memilih sendiri takaran yang mereka beli sesuai isi kantong mereka. (*)






