oleh

Omicron Dikaitkan dengan Polusi Udara, Begini Penjelasan BMKG

anda ingin cepat kaya kerja sambil jalan - jalan di luar negeri? dan dapatkan gaji jutaan rupiah!! hubungi 0821-3869-9954

Mitrapost.com – Vidoe viral menunjukkan seseorang yang bernama Mohammad Ali Ridlo Assegaf membahas virus Covid-19 varian Omicron berkaitakan dengan polusi udara yang meningkat.

Dalam hal ini, ia mengatakan bahwa yang terjadi saat ini bukanlah Omicron namun polusi udara yang meningkat.
“Di saat pemerintah mengatakan akan ada gelombang Omicron, kami menyelidiki bahwa tingkat polusi udara sekarang lagi meningkat,” ujar Babeh Aldo dalam video viral, seperti dilihat, Kamis (17/2/2022).

“PM 2,5 sangat bisa menyebabkan infeksi saluran pernapasan akut, ISPA namanya. Ya bisa menyebabkan anosmia, badai sitokin, apa yang disebut COVID-19 itu bisa disebabkan oleh PM 2,5,” tambah dia.

Menanggapi hal tersebut, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), BMKG menjelaskan penurunan kualitas udara secara visual dapat meningkatkan kekeruhan kondisi atmosfer sehingga mempengaruhi penurunan jarak pandang.

Baca Juga :   PPKM Mikro Diperpanjang, Ali Badrudin Berharap Pandemi Segera Selesai

“Paparan terhadap konsentrasi PM 2,5 yang tinggi dapat menyebabkan gangguan pada cardiovascular dan saluran pernapasan, terutama jika terpapar dalam waktu yang lama,” tutur Plt Deputi Bidang Klimatologi BMKG Urip Haryoko dalam keterangannya.

Urip mengatakan tidak ada bukti ilmiah antara Omicron dengan polusi udara.

“Sampai saat ini belum ada bukti ilmiah yang menunjukkan adanya keterkaitan antara sebaran konsentrasi PM2,5 dan penularan COVID-19. Sehingga pernyataan yang menyebutkan bahwa PM 2.5 sebagai penyebab COVID-19 tidak memiliki dasar ilmiah yang kuat,” kata Urip.

“Lonjakan konsentrasi PM 2,5 yang terjadi misalnya di tanggal 5, 16, dan 30 Januari tidak seiring dengan penambahan kasus positif COVID-19 sehingga pernyataan yang menyebutkan bahwa paparan PM 2,5 menyebabkan peningkatan kasus positif COVID-19 tidak sesuai,” tambah Urip.

Baca Juga :   25 RT di 23 Desa Pati Masuk Zona Merah

Meski begitu, pihak BMKG juga tidak menampik paparan kondisi udara tercemar yang tinggi tersebut dapat meningkatkan risiko terhadap pasien Covid-19. Terutama pada pasien yang memiliki riwayat penyakit saluran pernapasan.

“Oleh karena itu, upaya untuk mitigasi terhadap dampak pencemaran udara dan pengurangan risiko paparan terhadap PM 2,5 dan polutan udara lainnya perlu terus dilakukan guna meminimalkan tingkat mortalitas dari COVID-19,” kata Urip. (*)

Artikel ini telah tayang di Detik News dengan judul Viral Babeh Aldo Kaitkan Omicron dengan Polusi Udara, BMKG Ungkap Faktanya”

Komentar